SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PENYESUAIAN SOSIAL ANTARA URUTAN KELAHIRAN ANAK SULUNG DAN ANAK BUNGSU PADA SISWA KELAS X SMAN 1 DI KOTA MALANG

Lelia Herdiana

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Lelia Herdiana. 2009. Perbedaan Penyesuaian Sosial Antara Urutan Kelahiran Anak Sulung dan Anak Bungsu Pada Siswa Kelas X SMAN 1 di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan., M.Si., M.Ed  (2) Drs. Moh. Bisri., M.Si.

 

 

Kata kunci : penyesuaian sosial, urutan kelahiran sulung dan bungsu.

 

 

Penyesuaian sosial adalah kemampuan untuk bereaksi secara efektif dan sehat terhadap realitas sosial, situasi sosial dan hubungan sosial baik dengan rumah dan keluarga, sekolah maupun masayarakat. Penyesuaian sosial yang baik adalah mampu melakukan penyesuaian baik dirumah dan keluarga, di sekolah maupun di masyarakat. Penyesuaian sosial siswa dapat diukur dengan menggunakan skala penyesuaian sosial. Urutan kelahiran, nomor urutan kelahiran menurut diagram keluarga: Anak sulung, yaitu anak tunggal yang beralih posisi setelah munculnya anak kedua. Anak bungsu, yaitu anak kedua, anak ketiga, dan seterusnya yang tidak punya adik lagi.Tujuan penelitian ini untuk mengungkap penyesuaian sosial anak sulung dan penyesuaian sosial anak bungsu, serta untuk mengetahui perbedaan antara penyesuaian sosial anak sulung dengan anak bungsu kelas X di SMAN 1 Malang.

 

Penelitian dengan rancangan deskriptif dan komparatif menggunakan subyek penelitian 38 anak sulung dan 38 anak bungsu siswa kelas X SMAN 1 Malang. Instrumen skala penyesuaian sosial dengan metode rating yang dijumlahkan atau metode Likert menggunakan 72 item. Dari uji validitas diperoleh 68 aitem valid dengan nilai rxy > 0,226 dengan p < 0,05 dan reliabilitas sebesar 0,931. Hasil analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa sebagian besar anak sulung dan anak bungsu memiliki penyesuaian sosial yang cukup baik, yaitu untuk anak sulung sebesar 68% dan anak bungsu sebesar 61%. Hasil analisis uji-t diperoleh koefisien t-hitung yaitu 2,142 dan koefisien probabilitasnya sebesar 0,035 pada taraf signifikansi 5%. Nilai p-value (0,035 < 0,05) maka dapat disimpulkan ada perbedaan penyesuaian sosial yang signifikan antara anak sulung dan anak bungsu pada siswa kelas X SMAN 1 di Kota Malang.

 

Saran yang dikemukakan: bagi siswa agar mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat membantu proses sosialisasi, yaitu aktif di segala bidang yang bersifat sosial, lebih terbuka pada lingkungan, peduli dengan kondisi lingkungan, berpikiran positif, dan memiliki kepercayaan tinggi dalam berinteraksi. Bagi orangtua yaitu, diharapkan agar orangtua tidak membeda-bedakan status anak serta dapat mengetahui pentingnya penyesuaian sosial bagi anak agar dapat mengantisipasi perilaku maladjustment. Bagi kebijakan sekolah yaitu, menciptakan suasana sekolah yang dapat menimbulkan rasa nyaman bagi para siswanya agar dapat menyesuaikan diri dengan baik. Dan bagi peneliti selanjutnya, diharapkan peneliti selanjutnya untuk lebih memperhatikan hubungan saudara sekandung secara terpisah, yaitu jumlah saudara sekandung, usia saudara sekandung, jarak antara saudara dan jenis kelaminnya.