SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Efikasi Diri dengan Stres Kerja pada Guru SLB di Kota Malang

Widda Mukti Anitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Anitasari, Widda Mukti. 2009. Hubungan antara Kecerdasan Emosional Dan Efikasi Diri dengan Stres Kerja pada Guru SLB di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (2) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, Efikasi Diri, Stres Kerja, Guru SLB

 

                Dalam dunia pendidikan luar biasa, subjek didik yang dihadapi memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu, baik kemampuan fisik, mental, emosi maupun dalam usaha penyesuaian diri dengan pihak luar atau lingkungan sekitar sehingga tugas guru SLB menjadi semakin berat dengan dituntut keahlian serta keterampilan tertentu, baik dalam bidang metedologi yang bersifat khusus, maupun dalam bidang pelayanan terapi. Hal tersebut tidak mudah dan tidak jarang dapat menyebabkan stres kerja pada guru SLB. Kecerdasan emosional dan efikasi diri telah ditemukan memiliki pengaruh terhadap kesehatan psikologis-khususnya stres kerja.

Penilitian ini, dilakukan untuk mengetahui : (1) gambaran kecerdasan emosional guru SLB di Kota Malang, (2) gambaran efikasi diri guru SLB di kota Malang (3) gambaran stres kerja guru SLB di Kota Malang, (4) hubungan antara kecerdasan emosional dengan stres kerja guru SLB di Kota Malang, (5) hubungan antara efikasi diri dengan stres kerja guru SLB di Kota Malang dan (6) hubungan antara kecerdasan emosional dan efikasi diri dengan stres kerja  guru SLB di Kota Malang.

Hipotesis dalam penelitian ini antara lain adalah: (1) ada hubungan negatif antara kecerdasan emosional dengan stres kerja pada guru SLB di kota Malang, (2) ada hubungan negatif antara kecerdasan emosional dan efikasi diri dengan stres kerja pada guru SLB di kota Malang dan (3) ada hubungan negatif antara kecerdasan emosional dan efikasi diri dengan stres kerja  pada guru SLB di kota Malang.

Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional, subyek yang digunakan adalah guru SLB di kota Malang sejumlah 106 orang yang didapatkan dengan menggunakan tekhnik incidental sampling, yaitu pengambilan sampel dengan cara hanya subyek-subyek yang kebetulan dijumpai saja yang dipilih menjadi anggota sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kecerdasan emosional, efikasi diri dan stres kerja. Uji validitas item menggunakan Alpha Cronbach. Skala Kecerdasan Emosional dengan validitas antara 0,310 - 0,754 dan reliabilitas sebesar 0,892. Skala Efikasi diri dengan validitas antara 0,318 - 0,712 dan reliabilitas sebesar 0,915 . Skala stres kerja dengan validitas  antara 0, 320 - 0, 710 dan reliabilitas sebesar  0, 824. Analisis hasil penelitian memakai analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sebagian besar (56%) guru SLB di kota Malang memiliki kecerdasan emosional yang rendah, (2) sebagian besar (51%) guru SLB di kota Malang memiliki efikasi diri yang rendah, (3) sebagian besar (57%) guru SLB di kota Malang memiliki stres kerja yang tinggi, (4) ada hubungan yang negatif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan stres kerja dengan rX1Y= -0,731, (5) ada hubungan negatif dan signifikan antara efikasi diri dengan stres kerja dengan r X1Y = - 0, 735 dan (6) hasil uji regresi menunjukkan bahwa kemampuan variabel kecerdasan emosional dan efikasi diri dengan stres kerja dalam menjelaskan stres kerja sebesar 59,5% (R Square = 0,592). Dengan kata lain, 60 % dari variasi variabel dependen (stres kerja) yang dapat diprediksikan oleh garis regresi dengan menggunakan kecerdasan emosional dan efikasi diri sebagai prediktornya.

            Dari hasil penelitian ini disarankan kepada guru-guru dengan kecerdasan emosional yang rendah untuk lebih mengenali emosi diri, melepaskan  emosi negatif, mengelola emosi diri sendiri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Untuk para guru SLB di kota Malang dengan efikasi diri rendah diharapkan untuk meningkatkan keyakinan atas kemampuan dirinya dalam menghadapi tugas-tugas sulit, lebih memusatkan fikiran pada kelebihan diri bukannya kelemahan diri. Untuk para guru SLB di kota Malang yang memiliki stres kerja yang tinggi, agar mempertahankan kesehatan tubuh sebaik mungkin, menerima diri apa adanya, tetap memelihara hubungan persahabatan dengan orang yang anda percaya, melakukan tindakan yang positif dan konstruktif dalam mengatasi sumber stres yang ada dalam lingkungan pekerjaan, berusaha mempertahankan aktivitas yang kreatif diluar pekerjaan sebagai guru SLB, melibatkan diri dalam kegiatan yang berguna misalnya kegiatan sosial dan keagamaan serta menggunakan metode analisa yang cukup  ilmiah dan rasional dalam menganalisa masalah stres kerja yang ada. Untuk pihak SLB di kota Malang, dapat  mengadakan kerja sama dengan Lembaga yang memiliki kompetensi untuk memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kecerdasan emosional, meningkatkan efikasi diri serta menghindari dan mengatasi stres kerja. Lembaga- lembaga tersebut antara lain adalah Lembaga Psikologi yang ada di kota Malang. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan agar meneliti lebih dalam dan memperluas variabel-variabel penelitian agar lebih luas hasil kajian analisis yang dilakukan.