SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN KEMANDIRIAN MAHASISWA BERDASARKAN TEMPAT TINGGAL DI RUMAH BERSAMA ORANG TUA DENGAN TEMPAT TINGGAL DI ASRAMA

Erna Noor Widyawatie

Abstrak


Abstrak. Kemandirian adalah suatu keputusan memposisikan diri dari ketergantungan orang tua dan lepas dari orang lebih dewasa dalam arti tidak tergantung dengan orang lain, mampu berdiri di atas kesanggupan sendiri dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan keberanian dan tanggung jawab atas segala tingkah lakunya sebagai manusia dalam melaksanakan kewajibannya guna memenuhi kebutuhan sendiri. Mahasiswa sesuai dengan usia dan jenjang pendidikannya seharusnya sudah mandiri dan mengerti akan kehidupannya sendiri serta mulai belajar untuk bertanggung jawab seperti orang dewasa, mahasiswa yang tinggal sendiri di pemondokan atau asrama akan lebih dapat belajar mandiri dari pada mereka yang tinggal bersama orang tuanya. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengungkap kemandirian mahasiswa FMIPA UM angkatan 2008 dan 2007 yang tinggal di rumah bersama orang tua, (2) untuk mengungkap kemandirian mahasiswa FMIPA UM angkatan 2008 dan 2007 yang tinggal di asrama, (3) untuk mengungkap perbedaan kemandirian mahasiswa FMIPA UM angkatan 2008 dan 2007 yang tinggal di rumah bersama orang tua dan mahasiswa yang tinggal di asrama.

Penelitian dengan rancangan deskriptif dan komparatif menggunakan subyek penelitian 60 mahasiswa fakultas MIPA angkatan 2008 dan 2007 dan instrumen skala kemandirian model Likert menggunakan 80 item. Dari  uji coba terpakai diperoleh 52 aitem valid dengan reliabilitas sebesar 0,888. Hasil analisis deskriptif  dapat disimpulkan bahwa kemandirian mahasiswa FMIPA UM angkatan 2008 dan 2007 yang tinggal di rumah bersama orang tua tergolong sedang, sedangkan hasil analisis pada mahasiswa FMIPA UM angkatan 2008 dan 2007 yang tinggal di asrama menyimpulkan kemandiriannya tergolong sedang dengan kecenderungan ke tingkat tinggi yang lebih besar. Hasil analisis komparatif dengan menggunakan t-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemandirian mahasiswa yang tinggal di rumah bersama orang tua dengan mahasiswa yang tinggal di asrama (t= 1,297; p = 0,201> 0.05).

Saran yang dikemukakan: (1) Bagi mahasiswa, hendaknya lebih banyak mengikuti kegiatan-kegiatan yang menunjang kemandiriannya, mengikuti pelatihan-pelatihan peningkatan kemandirian, (2) Bagi pihak asrama, khususnya pengurus dan pengelola asrama diharapkan asrama tidak lagi di inginkan oleh mahasiswa karena alasan terjangkaunya pembayaran admisnistrasi namun lebih karena fasilitas dan kegiatan-kegiatan di dalamnya yang memang menarik, (3) Bagi peneliti selanjutnya khususnya peneliti dengan topik yang sama, hendaknya menggunakan instrumen pengumpul data yang lain seperti observasi dan wawancara sehingga dapat diperoleh data yang lebih lengkap dan akurat.