SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Keterampilan Berpikir Ilmiah Antara Siswa Kelas Akselerasi dan Siswa Kelas Reguler di Rintisan SMA Negeri Bertaraf Internasional se-Kota Malang

FAJAR FEBRY ANGGRAENY

Abstrak


ABSTRAK

 

Anggraeny, Fajar Febry. 2013. Perbedaan Keterampilan Berpikir Ilmiah Antara Siswa Kelas Akselerasi dan Siswa Kelas Reguler di Rintisan SMA Negeri Bertaraf Internasional se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd

 

Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Ilmiah, Siswa Akselerasi, Siswa Reguler, Rintisan SMA Negeri Bertaraf Internasional

 

Keterampilan berpikir ilmiah merupakan kemampuan berpikir pada individu untuk menggunakan berbagai bentuk berpikir secara logis (masuk akal), empiris (sesuai dengan fakta), sistematis, dan objektif dengan menggunakan bentuk-bentuk penalaran ilmiah dalam menarik suatu kesimpulan tepat dan bernilai benar. Keterampilan berpikir ilmiah erat kaitannya dengan ilmu sains. Siswa yang tergabung dalam kelompok kelas akselerasi dan kelompok kelas reguler memiliki perbedaan dilihat dari karakteristik siswa, strategi pembelajaran, dan waktu tempuh pendidikan di SMA. Perbedaan ini secara tidak langsung memberikan tuntutan akademik yang berbeda pula untuk masing-masing kelompok, sehingga dapat menciptakan ragam tingkat keterampilan dalam berpikir.   

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan utama untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir ilmiah antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler di Rintisan SMA Negeri Bertaraf Internasional se-Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah siswa di Rintisan SMA Negeri Bertaraf Internasional se-Kota Malang. Sampel penelitian berjumlah 178 orang dari kelompok kelas akselerasi dan 178 orang dari kelompok kelas reguler. Teknik pengambilan sampel untuk siswa kelas akselerasi digunakan teknik total sampling, sedangkan sampel siswa kelas reguler digunakan teknik multistage cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Tes Bakat Berpikir Ilmiah. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik persentase dan independent samples t-test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat keterampilan berpikir ilmiah antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler di Rintisan SMA Negeri Bertaraf Internasional se-Kota Malang. Sebagian besar tingkat keterampilan berpikir ilmiah pada siswa kelas akselerasi dan reguler memiliki tingkat keterampilan berpikir ilmiah yang tinggi. Selain itu, ditemukan adanya sedikit siswa kelas akselerasi memiliki tingkat keterampilan berpikir ilmiah yang terklasifikasi rendah. Saran yang perlu dipertimbangkan bagi konselor perlu mengetahui secara detail kelebihan dan kemampuan siswa. Di samping itu, saran juga ditujukan pada peneliti selanjutnya agar melakukan pengembangan penelitian terhadap variabel keterampilan berpikir ilmiah dengan variabel yang lain dan memperbaiki teknik pengambilan sampel penelitian.