SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Konflik dalam Perkawinan Akibat Kehamilan Pranikah pada Wanita Jawa di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

Sinta Kusuma Primastuti

Abstrak


i
ABSTRAK
Primastuti, Sinta Kusuma. 2009. Konflik dalam Perkawinan Akibat Kehamilan
Pranikah pada Wanita Jawa di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji,
Kota Batu. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas
Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah
Hanurawan, M.Si., M.Ed., (2) Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si.
Kata kunci: konflik, perkawinan, kehamilan pranikah, nilai-nilai budaya Jawa
Perkawinan akibat kehamilan pranikah adalah perkawinan yang diinisiasi
oleh terjadinya kehamilan. Ketidaksiapan dalam memasuki kehidupan perkawinan
dianggap menjadi indikator kerentanan munculnya konflik dan ketidakmampuan
mengelola konflik dengan tepat. Konflik sendiri bukanlah sesuatu yang harus
dihindari. Dengan manajemen konflik perkawinan yang tepat, pasangan dapat
memperoleh dampak yang positif untuk kehidupan perkawinan, terutama yang
berkaitan dengan kepuasan perkawinan.
Terkait dengan konflik, masyarakat Jawa dikenal sebagai masyarakat yang
menjunjung tinggi keharmonisan atau keselarasan hidup yang terdiri dari prinsip
kerukunan dan hormat. Wanita Jawa dalam perkawinan akibat kehamilan
pranikah menghadapi tantangan yang kompleks dalam memilih manajemen
konflik yang tepat. Mereka harus mengelola konflik sekaligus memenuhi tuntutan
untuk menjaga keselarasan hidup.
Fokus dalam penelitian ini adalah: (1) Penghayatan wanita Jawa terhadap
nilai-nilai budaya Jawa mengenai perkawinan akibat kehamilan pranikah, (2)
Sumber-sumber konflik dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah pada wanita
Jawa, dan (3) Bentuk-bentuk manajemen konflik yang digunakan wanita Jawa
dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah.
Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif berperspektif fenomenologi dengan model penelitian studi kasus.
Berdasarkan kriteria yang sesuai tujuan penelitian, dipilih tiga subyek untuk
menjadi subyek penelitian. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan
adalah: (1) Wawancara mendalam, (2) Observasi nonpartisipan, dan (3) Jurnal
refleksi subyek. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis
tematik dengan metode perbandingan tetap atau Constant Comparative Method.
Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah: (1) Ketekunan
pengamatan, (2) Triangulasi sumber dan metode, (3) Kecukupan referensial.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Dasar pemikiran subyek
penelitian pada ketiga kasus bersifat rasional dan pragmatis, sehingga
penghayatan terhadap nilai-nilai budaya Jawa mengenai perkawinan akibat
kehamilan pranikah oleh subyek penelitian cenderung bersifat situasional; (2)
Sumber-sumber konflik dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah pada wanita
ii
Jawa adalah karakter suami, keuangan dan pekerjaan, orang tua atau mertua, dan
anak; (3) Bentuk-bentuk manajemen konflik yang digunakan subyek penelitian
dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah adalah smoothing (melunak) untuk
konflik dengan suami serta withdrawing (menarik diri) dan compromising
(kompromi) untuk konflik dengan orang tua atau mertua.
Saran yang diajukan oleh peneliti adalah: (1) Wanita dalam perkawinan
akibat kehamilan pranikah hendaknya lebih kritis dalam menyikapi nilai-nilai
budaya Jawa mengenai perkawinan akibat kehamilan pranikah, lebih cerdas untuk
memilih bentuk manajemen konflik yang tepat, dan memiliki wawasan yang lebih
obyektif untuk mempertahankan perkawinan dengan cara yang lebih adaptif; (2)
Pria dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah hendaknya lebih bijak dalam
menyikapi nilai-nilai budaya Jawa mengenai perkawinan akibat kehamilan
pranikah dan dapat bersama-sama mengusahakan kehidupan perkawinan yang
lebih baik dengan menyepakati bentuk manajemen konflik yang dapat
menguntungkan kedua belah pihak; (3) Keterbatasan dalam penelitian yang hanya
sampai pada tujuan deskriptif-interpretif dapat dikembangkan dengan penelitian
lebih lanjut dan mendalam dengan tujuan kritis untuk mengusahakan transformasi
personal dan sosial.