SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PERILAKU ASERTIF DALAM PERKULIAHAN ANTARA MAHASISWA YANG AKTIF DAN YANG TIDAK AKTIF ORGANISASI PADA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI ANGKATAN TAHUN 2006 DAN 2007 UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Dida Erlina

Abstrak


Mahasiswa sebagai agen perubahan di tuntut untuk memiliki sikap kritis dan asertif baik dalam dunia perkuliahan maupun dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui gambaran perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang aktif organisasi pada program studi psikologi, (2) memperoleh gambaran tingkat keaktifan mahasiswa dalam organisasi pada program studi psikologi, (3) mendapatkan gambaran perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang tidak aktif organisasi pada program studi psikologi, (4) mengetahui perbedaan perilaku asertif dalam perkuliahan antara mahasiswa yang aktif dan yang tidak aktif organisasi pada program studi psikologi. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif-komparatif pada subyek 82 mahasiswa yang aktif dan tidak aktif organisasi pada program studi Psikologi angkatan tahun 2006 dan 2007 Universitas Negeri Malang yang diambil menggunakan tehnik sampel populasi dan stratified propotional random sampling. Data dikumpulkan dengan skala perilaku asertif model Likert, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan komparatif menggunakan (Uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang aktif organisasi sebagian besar berada dalam klasifikasi rendah, sedangkan keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi sebagian besar berada dalam kategori cukup dan kurang aktif, (2) perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang tidak aktif organisasi sebagian besar berada dalam klasifiasi sedang, dan (3) secara keseluruhan tidak ada perbedaan yang signifikan antara perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang aktif organisasi dan tidak aktif organisasi, yang berarti hipotesis alternatif (Ha) ditolak karena p = 0,058 > 0,05, namun dalam penelitian ini juga ditemukan adanya perbedaan yang signifikan perilaku asertif dalam perkuliahan jika dibandingkan antara mahasiswa yang sangat aktif berorganisasi dengan mahasiswa yang tidak aktif organisasi ( p =  0,001 > 0,05 ).

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan; (1) secara teoritis, diperlukan adanya klasifikasi yang lebih rinci tentang tingkat keaktifan dalam organisasi. Selain itu faktor budaya bisa dijadikan faktor yang dominan dalam aspek-aspek yang mempengaruhi perkembangan perilaku asertif,  (2) bagi mahasiswa agar  berpartisipasi secara aktif dalam organisasi kampus sebagai anggota maupun pengurus, serta aktif dalam kepanitiaan kegiatan organisasi supaya mencapai tingkat produktifitas,(3) bagi universitas hendaknya menganjurkan dan memfasilitasi para mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam organisasi kampus, dengan cara memberikan reward dan kemudahan bagi aktivis kampus yang secara tidak langsung akan memotivasi mahasiswa untuk benar-benar aktif dalam organisasi, 3) bagi peneliti selanjutnya hendaknya memperhatihan faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku asertif baik faktor internal dan eksternal individu.