SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Perilaku Disiplin Remaja Saat Berada di Asrama dan Saat Berada di Sekolah

Mutiara Petrina

Abstrak


ABSTRAK

 

Petrina, Mutiara. 2011. Perbedaan Perilaku Disiplin Remaja Saat Berada di Asrama dan Saat Berada di Sekolah. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si (II) Anies Syafitri,  M.Psi, Psikolog.

 

Kata kunci: remaja, disiplin di asrama, disiplin di sekolah

 

Dalam perjalanan masa anak-anak hingga masa dewasa, masa remaja adalah jembatannya. Sayangnya, masa remaja adalah masa yang rawan oleh pengaruh negatif dan perilaku yang menyimpang. Penerapan disiplin adalah hal yang sangat penting karena memberikan efek langsung pada pembentukan pola hidup. Oleh karena itu, peran dari semua pihak sangat diperlukan dalam rangka mencetak pembentukan, pembinaan, dan pengembangan kedisiplinan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) perilaku disiplin remaja penghuni asrama Griya Kinasih saat berada di asrama, (2) perilaku disiplin remaja penghuni asrama Griya Kinasih saat berada di sekolah SMPK Pamerdi, (3) perbedaan perilaku disiplin remaja penghuni asrama Griya Kinasih saat berada di asrama dan saat berada di sekolah SMPK Pamerdi.

Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif dan komparatif. Subjek penelitian adalah remaja penghuni Asrama Griya Kinasih yang bersekolah di SMPK Pamerdi, berjumlah 34 orang. Alat pengumpul data berupa (1) skala disiplin di asrama, dengan validitas berdasarkan proffesional judgement dan nilai reabilitas = 0.869, dan menggunakan pengasuh asrama sebagai rater; (2) skala disiplin di sekolah, dengan validitas berdasarkan proffesional judgement dan nilai reabilitas = 0.748, dan menggunakan guru sekolah sebagai rater.

Hasil penelitian menunjukkan (1) sebagian besar remaja menunjukkan perilaku kedisiplinan yang sedang (67.65% atau 23 orang) saat berada di asrama; (2) sebagian besar remaja menunjukkan perilaku kedisiplinan yang sedang (70.58% atau 24 orang) saat berada di sekolah; (3) uji hipotesis dengan menggunakan uji-t memperoleh nilai koefisien t-hitung -3.170 dengan taraf signifikansi 0.006, dan nilai t-tabel(df:34, α:0.05) = 2.034. Hal ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara perilaku disiplin remaja penghuni asrama saat berada di asrama dan saat berada di sekolah.

Disarankan kepada pihak asrama untuk membangun kedekatan interpersonal dan menetapkan konsistensi pelaksanaan aturan. Bagi pihak sekolah disarankan untuk memperbaharui dokumen pengukur tingkat kedisiplinan, memperhatikan persyaratan kualitas guru, maupun mendatangkan konselor pendidikan. Remaja disarankan agar selalu mempertimbangkan kehendak super-ego dalam mengendalikan tingkah laku.