SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

AGRESIVITAS SISWA DAN IMPLIKASI BK: Sebuah Studi Perspektif Fenomenologi Erich Fromm pada SMK Negeri 2 Malang

Megawati Pratiwi

Abstrak


ABSTRAK

 

Pratiwi, Megawati. 2008. Agresivitas Siswa dan Implikasi BK: sebuah Studi dalam Perspektif Fenomenologi Erich Fromm pada SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Drs. Lutfi Fauzan., M. Pd, (2) Dr. Andi Mappiare-AT., M. Pd.

 

Kata Kunci: agresivitas siswa, implikasi BK, perspektif fenomenologi

 

Agresi adalah suatu tindakan manusia sebagai bentuk pertahanan diri dari ancaman yang dapat merugikan/menyakiti dirinya sehingga menimbulkan perusakan/kekejaman yang bersifat jahat untuk menyakiti orang lain.

Fokus masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik perilaku agresif siswa SMKN 2 Malang, dominasi antara pria dan wanita dalam hal agresivitas siswa di SMKN 2 Malang, latar belakang sosial budaya siswa yang berperilaku agresif di SMKN 2 Malang, makna agresivitas siswa sebagai media/bahan bercanda di SMKN 2 Malang, dan implikasi Bimbingan dan Konseling di SMKN 2 Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan instrumen pengumpulan data adalah peneliti sendiri. Teknik yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi, angket, dokumentasi, dan Pengalaman Hidup/Life History. Prosedur analisis data yang digunakan adalah prosedur analisis data fenomenologi, meliputi: Reduksi Data, Display Data, dan Pengambilan Kesimpulan. Pengecekan keabsahan data yang digunakan: Memperpanjang keikutsertaan, Ketekunan pengamatan, Triangulasi, dan Pengecekan anggota. Beberapa tahap yang digunakan: (1)Tahap Pra Lapangan, (2) Tahap Pekerjaan Lapangan, (3) Tahap Analisis Data, (4) Penarikan Kesimpulan, dan (5) Tahap Penyelesaian. Pemilihan informan dilakukan dengan mengambil sampel 1 kelas yang dianggap paling agresif di SMKN 2 Malang menurut beberapa guru dan konselor yakni kelas X AP 2.

Karakteristik perilaku agresif siswa SMKN 2 Malang dapat dikatakan sebagai perilaku agresif aksidental/agresi yang reflek dilakukan oleh siswa berupa fisik atau verbal yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain terjadi sebagai bentuk perlawanan terhadap sesuatu hal yang mengusik kenyamanannya. Tidak ada yang mendominasi agresivitas antara wanita dan pria di sekolah ini karena agresivitas yang ditunjukkan sama, namun terlihat lebih dominan wanita karena jumlah wanita lebih banyak dari jumlah pria. Mayoritas siswa SMKN 2 Malang yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah berpengaruh pada agresivitas siswa. Selain itu, latar belakang serta identitas keluarga siswa dapat mempengaruhi perilaku agresif siswa. Makna agresivitas siswa sebagai media/bahan bercanda di SMKN 2 Malang yaitu perilaku agresif dianggap merupakan sesuatu hal yang wajar dan biasa oleh beberapa siswa terutama bagi siswa pria baik terhadap siswa pria maupun wanita, salah satu agresivitas yang ditunjukkan beberapa siswa adalah agresi permainan. Implikasi BK dilihat dari kondisi yang ada, maka perlu adanya program BK komprehensif yang berdimensi Biopsikososiospritual. Konselor juga harus merekonstruksi makna/klarifikasi nilai agresivitas pada diri siswa yang dianggap bahan/media bercandaan.

Saran kepada pihak sekolah agar dapat bekerjasama dengan konselor dalam memberikan layanan BK dan konselor lebih kreatif dalam memberikan layanan. Bagi mahasiswa BK mampu untuk lebih peka terhadap agresifitas siswa di sekolah dan dapat memberikan solusi serta pelayanan-pelayanan BK yang sesuai. Serta peneliti selanjutnya untuk lebih fokus meneliti aspek-aspek lain yang berkaitan dengan agresifitas sehingga dapat menciptakan model bimbingan yang tepat.