SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

efektivitas penggunaan media film untuk meningkatkan empati siswa SMPN 3 Baureno-Bojonegoro

Himatul Ulya

Abstrak


ABSTRAK

 

Ulya, Himatul. 2012. Efektivitas Penggunaan Media Film untuk Meningkatkan Empati Siswa SMPN 3 Baureno Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. M. Ramli. M.A., (2). Dr. Muslihati. S.Ag, M.Pd.

 

Kata kunci:empati, media film

 

Empati adalah suatu aktifitas untuk memahami apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan orang lain, serta apa yang dipikirkan oleh yang bersangkutan terhadap kondisi yang sedang dialami orang lain tanpa yang bersangkutan kehilangan kontrol dirinya. Empati siswa dapat ditingkatkan melalui aplikasi media film. Media film dapat memberikan pengalaman keterampilan pemecahan masalah dengan kondisi remaja yang riil dan mudah dipahami siswa yaitu melalui tayangan film.Masalah penelitian ini adalah penggunaan media film untuk meningkatkan empati siswa SMPN 3 Baureno Bojonegoro. Subyek penelitian yang digunakan adalah siswa SMP yang berjumlah 10 siswa.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian the one-group pretest-postest design. Pengumpulan data yang digunakan berupa skala empati siswa SMP yang diberikan pada awal (pretest) dan akhir (postest) perlakuan. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik non parametrik yaitu dengan menggunakan uji beda wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film pendek efektif untuk meningkantkan empati siswa SMP. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan skor postest di akhir pertemuan.

Beberapa saran yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) konselor perlu memberikan jeda waktu selama 30 menit antara treatment satu dengan treatment berikutnya agar hasil yang diperoleh sesuai dengan hasil treatment, dan mempersiapkan film pendek yang memiliki karakteristik dapat menarik perhatian siswa dan sesuai dengan kematangan siswa. (2) peneliti selanjutnya, jika menggunakan media film pendek harus lebih memperhatikan kualitas film dari treatment yang diberikan. Sebelum melakukan penelitian, sebaiknya peneliti melakukan kegiatan need assessment terlebih dahulu mengenai kasus-kasus yang sering dijumpai pada siswa dalam kehidupan sehari-hari.