SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Tentang Kecanduan Game Online Siswa SMP BSS Malang

Galang Surya Gumilang

Abstrak


ABSTRAK

 

Gumilang, Galang Surya. 2012. Studi Tentang Kecanduan Game Online Siswa SMP BSS Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd., (II) Dr. M. Ramli, M.A.

 

Kata Kunci: kecanduan, game online, prestasi belajar.

 

Kecanduan game online adalah suatu gejala yang terjadi saat sekarang ini seiring dengan berkembang pesatnya dunia teknologi Informasi seperti internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kecanduan game online siswa SMP BSS Malang, (2) prestasi belajar siswa SMP BSS Malang, (3) dan hubungan antara kecanduan game online dengan prestasi belajar.

Digunakan Rancangan Mixed Methods sebagai kombinasi atau gabungan penelitian pendekatan kuantitatif dan kualitatif termasuk didalamnya terdapat data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif penelitian pada suatu kajian tunggal. Strategi yang digunakan yaitu Strategi Embedded Konkruen merupakan strategi penelitian yang menarik yaitu dalam satu tahap pengumpulan data, peneliti mampu mengumpulkan dua jenis data secara bersama-sama.

Hasil penelitian secara kuantitatif diketahui siswa yang mengalami kecanduan game online tingkat kecanduan game online sebanyak 3 siswa (16,03 %) termasuk sangat tinggi, 4 siswa (14,36 %) termasuk tinggi, 13 siswa (41,86 %) termasuk sedang, 4 siswa (11,9 %) termasuk rendah, dan 5 siswa (12,66 %) termasuk sangat rendah. Selain itu, prestasi belajar siswa terdapat  12 siswa yang mengalami prestasi belajar rendah  yaitu mendapatkan kategori “kurang” dan “sangat kurang” sehingga mendapatkan ranking yang tidak memuaskan. Sedangkan terdapat 6 siswa yang mendapatkan kategori “cukup” dan 12 siswa lainnya mendapatkan kategori “sangat baik” dan “baik”. Dari hasil tersebut, tidak ada hubungan yang signifikan antara kecanduan game online dengan prestasi belajar karena nilai uji hipotesis yaitu 0,291. Pada sisi kualitatif, dari 30 siswa ditemukan (1) Awal dia bermain game online, (2) Waktu yang dihabiskan untuk bermain rata-rata 2-4 jam, (3) Orang tuanya tidak mengijinkan untuk bermain game online, dan (4) Prestasi belajarnya rendah.

Berdasarkan penelitian di atas, saran yang dapat diberikan antara lain: (1) konselor harus memperhatikan siswanya yang mengalami kecanduan game online lebih lanjut lagi supaya tidak berlarut-larut dengan melancarkan pendekatan konseling dan teknik konseling yang efektif. (2) Penelitian selanjutnya bisa melancarkan teknik konseling yang efektif yang berguna untuk mengatasi kecanduan game online. Selain itu, penelitian selanjutnya perlu mengembangkan instrumen lebih baik lagi.