SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Panduan Sosiodrama untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung

Wikan Galuh Widyarto

Abstrak


ABSTRAK

 

Widyarto, Wikan Galuh. 2012. Pengembangan Panduan Sosiodrama untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. (II) Drs. Harmiyanto, M.Pd.

 

Kata kunci: Panduan Sosiodrama, Keterampilan Komunikasi, Komunikasi Interpersonal.

 

Penelitian pengembangan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung dilatarbelakangi munculnya kasus siswa kelas VII yang mengalami salah paham dengan teman sebayanya, disebabkan kurangnya keterampilan komunikasi interpersonal. Selain itu, belum adanya konselor yang menggunakan model sosiodrama sebagai metode peningkatan keterampilan komunikasi siswa, sehingga diperlukan suatu panduan sosiodrama sebagai salah satu metode untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa di sekolah.

Tujuan Penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan sosiodrama  untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung sebagai salah satu teknik yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan bimbingan pribadi-sosial yang berterima secara teoritis dan praktis.

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development research) yang menggunakan model Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan Sebagai berikut: 1) tahap I perencanaan: menentukan potensi dan masalah penelitan, melakukan kajian pustaka dan need assesment; 2) tahap II pengembangan produk: menentukan tujuan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal (tujuan umum dan tujuan khusus), menyusun isi dari buku panduan sosiodrama, menyusun alat evaluasi produk; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli (uji ahli bk, uji ahli drama, dan uji ahli media); revisi produk hasil penilaian uji ahli; uji calon pengguna produk; uji coba produk terbatas (uji kelompok kecil); produk akhir panduan sosiodrama  untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal.

Isi dari produk yang dihasilkan yakni kata pengantar, daftar isi, bab I pendahuluan (latar belakang, pengertian sosiodrama, tujuan sosiodrama, sasaran sosiodrama, prosedur pelaksanaan permainan  sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal, komponen pedoman layanan bimbingan), bab 2 panduan pelaksanaan (petunjuk umum, petunjuk khusus, peran konselor, peran siswa dalam pelaksanaan sosiodrama, langkah pengembangan model sosiodrama, cara mengulang permainan), bab III (skenario sosiodrama yang berisikan mengenai identitas, kompetensi, garis besar cerita, pemain dan rambu-rambu pemain, rincian adegan, diskusi refleksi), bab IV evaluasi (evaluasi program, evaluasi hasil, lembaran observasi siswa), bab V penutup, daftar rujukan, lampiran. Selain itu buku panduan ini juga dilengkapi dengan kata-kata bijak, dan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi agar menambah kemenarikan buku panduan.

Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap buku panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung, dapat disimpulkan bahwa panduan untuk konselor sangat layak, sangat jelas, sangat berguna, sangat mudah, sangat tepat, sangat menarik secara teoritis.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: 1) Dengan adanya panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung, sekolah dapat memfasilitasi agar dijadikan referensi dalam MGBK, sehingga sekolah lain dapat menerapkannya dengan menyesuaikan karakteristik siswa masing-masing sekolah. 2) Pengguna produk benar-benar memahami dan mempelajari panduan sosiodrama ini agar dapat diaplikasikan dalam membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal dengan menggunakan teknik sosiodrama secara efektif untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling. 3) Panduan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal ini dapat dilanjutkan dengan eksperimen untuk mengetahui keefektifan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal guna diperoleh hasil yang lebih akurat.