SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Pola Asuh Orang Tua yang Otoriter dan Kematangan Emosi dengan Perilaku Agresi pada Siswa Laki- laki Kelas X SMA Islam Malang

ADITYA PRANATA KUSUMA

Abstrak


ABSTRAK

Kusuma, Aditya Pranata. 2009. Hubungan Pola Asuh Orang Tua yang Otoriter dan Kematangan Emosi dengan Perilaku Agresi pada Siswa Laki- laki Kelas X SMA Islam Malang.  Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Endang Prastuti M.Si,  (2) Anies Syafitri, S.Psi, M.Psi, Psikolog.

 

Kata kunci : pola asuh orang tua otoriter, kematangan emosi, perilaku agresi.

Perilaku agresi sangat marak di lingkungan pendidikan, hal ini dapat kita ketahui dari fenomena tawuran antar pelajar yang menjadi masalah yang sangat merugikan bagi pihak sekolah maupun masyarakat di sekitarnya. Fenomena ini juga terjadi di SMA Islam Malang yang mayoritas siswanya masih berada dalam fase remaja awal. Remaja yang melakukan perilaku agresi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor pola asuh orang tua dan kematangan emosi. Sebagai faktor eksternal, penerapan pola asuh orang tua yang terdiri dari otoriter, demokratis, dan permisif , akan berpengaruh dalam membentuk perilaku agresi. Selain itu sebagai faktor internal, remaja yang belum stabil dan kurang matang emosinya dapat lebih mudah muncul perilaku agresinya daripada yang telah matang emosinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua otoriter dan kematangan emosi dengan perilaku agresi pada siswa kelas X SMA Islam Malang.

Penelitian ini dilakukan pada siswa laki-laki kelas X di SMA Islam Malang. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Subjek yang dijadikan sampel penelitian adalah siswa laki-laki kelas X di SMA Islam Malang 93 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala pola asuh orang tua otoriter, skala Kematangan Emosi dan skala Perilaku agresi dengan menggunakan skala Likert. Analisis deskriptif  berdasarkan kategori tingkatan harga mean dan standar deviasi. Analisis korelasional menggunakan analisis statistik product moment dengan taraf signifikansi 5 %.

Hasil penelitian menunjukkan Pola Asuh Orang Tua yang Otoriter yaitu: 43 siswa atau 46,24% masuk dalam kategori sedang. Kematangan Emosi siswa dalam kategori rendah yaitu sebesar 32 siswa atau 34,41%. Perilaku Agresi siswa termasuk dalam kategori sedang sebesar 36 remaja atau 38,71%. Ada hubungan positif antara Pola Asuh Otoriter dengan Perilaku agresi (rxy = 0,256;p = 0,013 < 0,05 ada hubungan negatif antara Kematangan emosi dengan Perilaku agresi (rxy = -0,535; p = 0,000 < 0,05). Serta ada hubungan antara pola asuh orang tua yang otoriter dan kematangan emosi dengan perilaku agresi (rxy= 0,479, p = 0,000 < 0,05, R2 = 0,229).

Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan remaja dapat mengontrol emosi  terhadap segala perilakunya dengan lebih aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler; untuk pihak orang tua disarankan meminimalkan pola asuh otoriter karena dapat mencegah perilaku agresi; bagi pihak sekolah melalui guru bimbingan konseling atau konselor memberikan bimbingan tentang hal-hal yang berkaitan dengan emosi dan cara yang tepat untuk pengendalian dan mengontrol emosi melalui bimbingan secara khusus maupun dengan mengadakan seminar atau kegiatan yang berkaitan dengan permasalahan emosi khususnya kematangan emosi kepada remaja atau siswa; bagi peneliti selanjutnya, diharapkan menambah jumlah sampel penelitian dan diusahakan untuk mewakili seluruh tingkatan kelas dalam suatu wilayah (sampel yang beragam), dan disarankan pula untuk melakukan penelitian lanjutan serupa dengan menggunakan metode kualitatif sehingga nantinya bisa dijadikan pelengkap maupun bisa dibandingkan hasilnya, serta menambah variabel yang berhubungan dengan perilaku agresi dan menggunakan desain penelitian yang lain agar penelitian ini lebih bervariasi.