SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sikap dan Keterampilan Dasar Konselor Sebaya Di SMA Negeri 8 Malang

FITRI HARIYANTI

Abstrak


ABSTRAK

 

Hariyanti, Fitri. 2012. Sikap dan Keterampilan Dasar Konselor Sebaya Di SMA Negeri 8 Malang. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. M. Ramli, M. A., (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.

 

Kata kunci: konselor sebaya, sikap dasar, keterampilan dasar.

 

SMA Negeri 8 Malang sudah menerapkan konselor sebaya dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Konselor sebaya adalah tenaga paraprofesional (siswa) yang bekerja di bawah koordinasi konselor profesional yang membantu dalam pelayanan bimbingan konseling tertentu terhadap teman sebayanya. Keberadaan konselor sebaya di SMA Negeri 8 Malang sangat besar sekali perananya dalam program bimbingan dan konseling, khususnya bagi para siswa yang lebih nyaman bercerita pada orang yang seusianya daripada orang diatasnya, sehingga dengan keberadaan konselor sebaya di SMA Negeri 8 Malang sangat membantu konselor untuk menjangkau semua siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap dan keterampilan dasar konselor sebaya menurut siswa SMA Negeri 8 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif (descriptive research). Populasi penelitian adalah siswa kelas X dan kelas XI SMA Negeri 8 Malang. Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Data penelitian dianalisis dengan teknik deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa cukup banyak siswa yang menilai sikap dan keterampilan dasar koselor sebaya di SMA Negeri 8 Malang tinggi. Hal itu berarti bahwa konselor sebaya di SMA Negeri 8 Malang memiliki sikap dan keterampilan dasar  yang baik.

Berdasarkan hasil konkrit penelitian ini disarankan agar: (1) konselor SMA Negeri 8 Malang dapat  menggunakan sikap dan keterampilan dasar sebagai acuan memilih konselor sebaya di sekolah, (2) konselor dapat melatih konselor sebaya dengan sikap dan keterampilan dasar sehingga menghasilkan konselor sebaya yang berkompeten, dan (3) peneliti selanjutnya dapat melaksanakan penelitian tindakan bimbingan guna untuk mengetahui keefektifan pelatihan konselor sebaya dengan sikap dan keterampilan dasar konselor sebaya dari hasil penelitian.