SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MOTIVASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: STUDI KASUS DI SEKOLAH PENYELENGGARAAN INKLUSI

DITA PUTRI

Abstrak


ABSTRAK

 

Yohanika, Dita. 2012. Motivasi Belajar Anak Berkebutuhan Khusus:Studi Kasus di Sekolah Penyelenggara Inklusi. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Dr. Triyono  M.Pd.

 

Kata kunci: Motivasi belajar, anak berkebutuhan khusus, inklusi

 

Motivasi belajar adalah keadaan yang terdapat pada diri individu dimana ada dorongan untuk melakukan kegiatan guna mencapai tujuan.Anak berkebutuhan khusus juga memiliki motivasi belajar yang mengalami fluktuasi tergantung dengan faktor yang mempengaruhinya. Anak berkebutuhan khusus memiliki kebetuhan-kebutuhan yang terpenuhi dan setelahnya akan memunculkan motivasi belajar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar anak berkebutuhan khusus yang tergabung dalam sekolah inklusi, faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar anak berkebutuhan khusus dalam sekolah inklusi, peran guru pendamping khusus (GPK) dan konselor dalam upaya membantu dan meningkatkan motivasi belajar anak berkebutuhan khusus dalam sekolah inklusi.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dilakukan di SMKN 2 Malang dengan subjek siswa ABK di kelas inklusi. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar yang dimiliki ABK mengalami fluktuatif tergantung dengan faktor yang mempengaruhinya. Anak berkebutuhan khusus memiliki kebutuhan-kebutuhan yang terpenuhi dan setelahnya akan memunculkan motivasi belajar. Kebutuhan ABK berupa kebutuhan dasar (deficiency motivation) dan kebutuhan untuk berkembang (growth motivation).

Peranan kolaborasi antar guru pendamping khusus dan guru BK sangat penting dalam upaya ikut meningkatkan motivasi belajar ABK dan keefektifan belajar di sekolah inklusi. Guru pendamping khusus dan guru BK berfungsi sebagai penghubung kepada siswa lain, guru matapelajaran, orang tua ABK, orangtua siswa dan seluruh komponen lainnya. Selain itu guru pendamping khusus dan guru BK menerima sharing  dari ABK mengenai kesulitan belajar dan masalah pribadi lainnya, agar tercapai perkembangan

Saran: konselor hendaknya memberikan bimbingan mengenai cara menumbuhkan motivasi belajar ABK; Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi  hendaknya memasukkan kelompok  mata kuliah ABK dalam mata kuliah wajib, bukan mata kuliah pilihan;peneliti lanjut disarankan untuk mengadakan penelitian lanjut terhadap fenomena serupa dengan latar yang berbeda dan dengan multi subjek.