SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN TEKNIK BIBLIOKONSELING UNTUK MENINGKATKAN EMPATI SISWA DALAM PENCEGAHAN KASUS BULLYING DI SMPN 5 MALANG

SHOPHIA TERRY KURNIAWATI

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniawati, Shophia Terry. 2012. Keefektifan Penggunaan Teknik  Bibliokonseling untuk Meningkatkan Empati Siswa dalam Pencegahan Kasus Bulllying di SMPN 5 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd., (II) Irene Maya Simon, S.Pd., M.Pd.

 

Kata kunci : empati, bibliokonseling, bullying.

 

Empati adalah suatu kemampuan untuk menempatkan diri pada pikiran dan perasaan orang lain tanpa harus secara nyata terlibat dalam perasaan maupun tanggapan orang tersebut. Rendahnya empati dikalangan siswa dapat menyebabkan adanya pelecehan antar siswa, pengintimidasian, perkelahian, atau yang sering disebut tindakan bullying. Bentuk tindakan bullying dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu tindakan bullying secara langsung dan tindakan bullying secara tidak langsung. Empati dapat ditingkatkan agar kasus bullying di sekolah dapat dicegah, melalui aplikasi teknik bibliokonseling. Penggunaan bibliokonseling dapat memperluas wawasan siswa mengenai keanekaragaman nilai-nilai yang dianggap berharga untuk membangun aspek-aspek kemanusiaan yang mengarah pada kepedulian, belas kasihan, toleransi, dan menerima adanya perbedaan.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan penggunaan bibliokonseling dalam meningkatkan empati siswa SMP dalam pencegahan kasus bullying di sekolah, dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu jenis pretest posttest one group design. Subjek penelitian berjumlah sembilan orang siswa SMP kelas VIII yang memiliki kriteria empati rendah yang diukur menggunakan skala empati siswa SMP.

Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala empati yang diberikan pada awal dan akhir perlakuan. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik nonparametrik uji wilcoxon dan berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa bibliokonseling dengan menggunakan cerita pendek efektif untuk meningkatkan empati siswa SMP dalam pencegahan kasus bullying di sekolah. Pemberian treatment dengan menggunakan bibliokonseling berupa cerita pendek yang dalam penerapannya memiliki beberapa tahap meliputi: siswa diberikan waktu untuk membaca cerita pendek, diskusi refleksi isi cerita, refleksi diri, pengembangan komitmen, uji coba komitmen dan refleksi pengalaman. Kegiatan ini dilakukan dalam delapan kali pertemuan yang diawali dengan kegiatan ice breaking dan pemberian pretest pada pertemuan pertama, sedangkan untuk tujuh kali pertemuan selanjutnya diberikan satu cerita pendek setiap pertemuan untuk direfleksi dan pada pertemuan terakhir diberikan posttest.

Berdasarkan hasil analisis bahwa bibliokonseling dengan menggunakan cerita pendek efektif untuk meningkatkan empati siswa SMP dalam pencegahan kasus bullying di sekolah, hal ini dapat dilihat dari kenaikan skor di akhir pertemuan, pada hasil pretest dari 9 orang menunjukkan skor minimum 60 dan skor maksimum 67 dengan rerata 64, standart deviasi 2,455 setelah mengikuti treatment penggunaan bibliokonseling untuk meningkatkan empati siswa SMP dalam pencegahan kasus bullying di sekolah, hasil posttest menunjukkan skor minimum 99 dan skor  maksimum 117 dengan rerata 107, standart deviasi 5,267.

Oleh sebab itu, maka diajukan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: (1) aplikasi teknik bibliokonseling dengan menggunakan cerita pendek hendaknya diperhatikan apakah tema cerita sesuai dengan tingkat kemampuan membaca dan usia siswa, tulisan harus menarik serta melatih untuk berpikir, merasakan, dan mengartikan makna yang bisa diambil dari cerita, dan alur kisah tidak terlalu rumit sehingga siswa memperoleh wawasan tentang keanekaragaman nilai-nilai yang dianggap berharga bagi manusia, serta (2) peneliti selanjutnya dapat menggunakan kelompok kontrol atau jenis penelitian time series.