SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perilaku Bullying di Kalangan Remaja Awal (Studi Fenomenologi Sekolah Menengah Pertama)

ZULFIYATURRIZQIYAH .

Abstrak


ABSTRAK

 

Zulfiyaturrizqiyah. 2012. Perilaku Bullying di Kalangan Remaja Awal (Studi Fenomenologi Sekolah Menengah Pertama). Skripsi Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: I) Dr. Nur Hidayah, M.Pd., II) Dr. Danny Moenidyah Handarini, M.A.

 

Kata Kunci: perilaku bullying, remaja awal, sekolah menengah pertama

 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh makin maraknya perilaku bullying yang terjadi dikalangan remaja awal. Bullying merupakan tindakan negatif yang dilakukan perseorangan atau kelompok pada orang lain secara terus-menerus hampir setiap hari hingga menimbulkan dampak dan korban merasa tidak berdaya.  Perilaku bullying dapat berupa ancaman fisik atau verbal. Fokus penelitian ini adalah karakteeristik korban dan pelaku bullying, faktor penyebab anak berperilaku bullying dan dampak tindakan bullying bagi korban.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik snowball sampling. Dalam penelitian ini, yang menjadi sumber data utama adalah kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati adan diwawancarai seperti subjek, teman-teman subjek dan konselor sekolah. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi partisipatif, wawancara mendalam, triangulasi dan dokumentasi. Analisis data yang didapat selama dua bulan penelitian ini dilakukan menggunakan teknik deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Setelah data diperoleh kemudian selanjutnya dilakukan pengecekan keabsahan data dengan menggunakan perpanjangan keikutsertaan metode triangulasi, dan ketekunan pengamatan.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa Setiap jenjang kelas tedapat peluang terjadinya kasus bullying, namun prosentase terbesar terjadinya bullying terdapat pada kelas 7 dan kelas 8.  Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII RSBI, VIII RSBI dan VIII Regular. Pelaku tidak hanya terdapat dari kalangan anak biasa namun pelaku juga berasal dari kalangan anak-anak popular disekolah. Tindakan bullying juga tidak hanya dilakukan secra individu melainkan juga dilakukan secara kelompok. Penyebab pelaku melakukan tindakan bullying adalah adanya permasalahan diamasa lalu dengan korban dan pelaku juga memanfaatkan kepopularnya disekolah untuk mendapatka dukungan dari teman-teman maupun gurunya. Kurangnya perhatian dari keluarga juga menjadi faktor penyebab anak berperilaku bullying. Korban tindakan bullying adalah anak pendiam dan pemalu, kelompok minoritas di kelas, anak baru dilingkungan sekolah dan korban yang memiliki cirri atau etnis yang berbeda dengan mayoritas anak dikelasnya. Tindakan bullying berdampak pada penurunan prestasi akademik korban disekolah, pola belajar korban, interaksi sosial korban dengan orang-orang disekitarnya bahkan perilaku korban sehari-hari yang bisa menjadikan penyimpangan perilaku yang dilakukan korban untuk menghindari tindakan bullying.

Berdasarkan temuan ini disarankan kepada pihak-pihak terkait yaitu bagi konselor, informasi awal untuk mencegah adanya bullying disekolah dan membuat program pencegahan bullying melalui intervensi berbasi sekolah yang berkolaborasi dengan guru maupun orang tua siswa. serta untuk mentindaklanjuti pemberian layanan maupun bimbingan pada korban maupun pelaku bullying yang berupa pemberian layanan konseling individu maupun kelompok, selain itu juga bisa diberikan melalui layanan informasi dan bimbingan kelompok. Bagi pihak sekolah, diharapkan digunakan sebagai informasi untuk membuat program khusus anti-bullying disekolah untuk mencegah dan mengatasi perilaku bullying yang terjadi disekolah dengan cara berkolaborasi dengan guru mata pelajaran, konselor, serta seluruh pihak-pihak sekolah.. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan informasi jika ada penelti yang ingin melakukan penelitian tentang bullying dan bisa lebih menyempurnakan serta mendalami penelitian dengan membahas lebih dalam tentang penonton atau saksi yang melihat terjadinya peristiwa bullying.