SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

BAYU ANGGARA

Abstrak


ABSTRAK

 

Anggara, Bayu. 2012. Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Kejuruan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Drs. Widada M.Si.

 

Kata Kunci: Pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling, Sekolah Menengah Kejuruan, Sekolah bertaraf Internasional.

 

Bimbingan dan Konseling merupakan bagian integral dalam program pendidikan. Program Bimbingan dan Konseling dalam rangka membantu siswa memecahkan masalahnya disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan daerah masing-masing. Pelaksanaan layanan yang diberikan memiliki kekhasan yaitu disesuaikan dengan tugas konselor sesuai jenjang pendidikan dalam jalur pendidikan formal (TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA, PT). SMK Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) merupakan contoh sekolah kejuruan yang mengembangkan sekolah tersebut menuju sekolah bertaraf internasional (SBI). Dengan demikian pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMK RSBI juga akan memiliki karakteristik yang khas yaitu konselor yang memberikan alokasi waktu pelayanan lebih besar terhadap pelayanan perencanaan individual dan keluarga, juga pengajaran di kelas yang menggunakan dua bahasa (bilingual).  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMK RSBI, (2) pemaknaan personil sekolah terhadap pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling, (3) pemaknaan siswa terhadap program Bimbingan dan Konseling, (4) faktor yang mempengaruhi pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMK RSBI.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis fenomenologi; dilakukan di SMK Negeri 1 Kota Blitar dengan subjek konselor, personil sekolah dan siswa. Teknik pengumpulan data: (1) wawancara mendalam, (2) observasi, (3) studi dokumentasi. Data yang diperoleh dideskripsikan, dimaknai, dikategorisasikan dan dibuat koneksitas antar data yang telah ditemukan. Keabsahan data diuji dengan, (1) kecukupan referensial, dan (2) triangulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMK RSBI menggunakan program dan materi pengembangan diri siswa sesuai kurikulum KTSP, menggunakan semboyan konselor sahabat siswa dan menggunakan manajemen yang telah tersertifikasi international standard organization (ISO) 9001. Personil sekolah dalam memaknai Bimbingan dan Konseling adalah membantu siswa agar dapat menyesuaikan diri di sekolah dan membantu untuk merencanakan karier mereka. Siswa memaknai Bimbingan dan Konseling berbeda-beda sesuai dengan tingkatan kelas. Kelas sepuluh memaknai Bimbingan dan Konseling masih negatif misalnya menghukum, menertibkan. Kelas sebelas memaknai Bimbingan dan Konseling masih kurang akrab dengan siswa. Kelas dua belas memaknai Bimbingan dan Konseling dengan positif membantu menyelesaikan masalah siswa. Faktor yang mendukung pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling meliputi konselor yang selalu meng-update ilmunya, konselor memiliki etos kerja yang tinggi, konselor mendahulukan pekerjaan serta dukungan dari personil sekolah yang positif. Faktor yang menghambat pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling meliputi belum adanya fasilitas online untuk Bimbingan dan Konseling, ruang bimbingan yang kurang strategis serta dukungan orang tua yang kurang maksimal.

Saran: (1) Kepala sekolah hendaknya meningkatkan sarana dan fasilitas sekolah; (2) Konselor hendaknya berkonsultasi kepada pihak-pihak yang lebih ahli dalam melaksanakan layanan Bimbingan dan Konseling; (3) Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengadakan penelitian terhadap beberapa sekolah RSBI dan jenjang pendidikan yang berbeda untuk menemukan kekhasan lainnya.