SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODUL PENINGKATAN KETERAMPILAN MANAJEMEN STRES DENGAN STRATEGI COPING STRESS UNTUK SISWA AKSELERASI DI SMA NEGERI 1 PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN

Eka Sylvia Nur Febrina

Abstrak


ABSTRAK

 

Febrina, Eka Sylvia Nur. 2012. Pengembangan Modul Peningkatan Keterampilan Manajemen Stres dengan Strategi Coping Stress untuk Siswa Akselerasi di SMA Negeri 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.

 

Kata Kunci:  Modul, Manajemen Stres, Coping Stress, Akselerasi.

 

Akselerasi merupakan salah bentuk pelayanan pendidikan yang dimaksudkan untuk memfasilitasi siswa dengan kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa untuk dapat menyelesaikan pendidikan lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kelas akselerasi tidak sebaik yang diharapkan dan cenderung membawa dampak negatif terhadap siswa, salah satunya stres. Stres yang ditemukan di kalangan siswa akselerasi ini biasanya masalah penyesuaian emosional dalam menghadapi tekanan-tekanan dan tuntutan yang ada. Dengan ini, konselor perlu lebih memberikan perhatian pada siswa-siswa akselerasi, terutama dalam memberikan materi mengenai keterampilan manajemen stres. Manajemen stress merupakan suatu kemampuan yang dimiliki inidividu untuk mengelola stres. Salah satu cara manajemen stres adalah melalui coping, yang artinya adalah suatu upaya individu mengatasi masalah atau menangani emosi negatif yang ditimbulkannya.

Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan modul yang tepat dan layak untuk digunakan oleh konselor sebagai alat bantu yang berguna untuk mengatasi stres siswa akselerasi. Produk ini juga dibuat dengan menarik agar memudahkan siswa dalam meningkatkan keterampilan manajemen stresnya secara mandiri tanpa keterbatasan waktu.

Metode penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dari strategi pengembangan yang dikemukakan oleh Borg & Gall dengan 10 tahap. Namun, dalam penelitian dan pengembangan ini hanya menggunakan empat tahap yaitu: (1) melakukan survei, (2) mengembangkan produk awal (prototipe produk), (3) melakukan uji coba produk, (4) menyusun produk akhir.

Hasil analisis uji coba produk diperoleh bahwa dalam penilaian uji ahli bahasa diperoleh skor hasil validasi 42 dengan interpretasi sangat valid. Pada penilaian uji ahli materi diperoleh skor hasil validasi 43 yang berarti sangat valid, sedangkan pada penilaian uji calon pengguna produk diperoleh skor hasil validasi 45 dengan interpretasi sangat valid. Dengan demikian, berdasarkan hasil penilaian ahli bahasa, materi, dan calon pengguna produk dapat disimpulkan bahwa modul yang disusun berklarifikasi sangat sesuai dan dapat digunakan oleh siswa. Hasil penilaian calon pengguna (uji kelompok kecil) menghasilkan skor 43 yang berarti sangat sesuai/valid.

Saran dari peneliti kepada pihak sekolah khususnya konselor hendaknya memanfaatkan modul ini dengan baik untuk meningkatkan keterampilan manajemen stres kepada siswa yang mengalami stres. Modul ini juga bisa diujikan kelompok yang lebih besar atau dieksperimenkan untuk mengukur tingkat keefektivitasan dari modul ini agar dapat dikembangkan menjadi lebih baik.