SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Kasus Terhadap Interaksi Sosial Siswa Kelas Akselerasi di SMA Negeri 1 Purwosari

CHUSNUL ISTIQOMAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Istiqomah, Chusnul. 2012. Studi Kasus terhadap Interaksi Sosial Siswa Kelas Akselerasi di SMA Negeri 1 Purwosari. Skripsi Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd., II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.

 

Kata Kunci: Interaksi sosial, siswa, kelas akselerasi

 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh interaksi sosial siswa kelas akselerasi yang berbentuk pertentangan (conflict) di lingkungan sekolah terutama dengan siswa kelas reguler. Interaksi sosial yang terjalin kurang baik terjadi pada saat jam istirahat, class meeting, dan event-event tertentu yang diadakan oleh sekolah. Sedangkan interaksi sosial siswa kelas akselerasi dengan teman sekelasnya berbentuk kerjasama (cooperation) meskipun terdapat beberapa siswa yang kurang mampu berinteraksi dengan teman di kelasnya. Hambatan yang dihadapi siswa kelas akselerasi saat berinteraksi serta pemaknaan tentang interaksi sosial akan mempengaruhi bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan sekolahnya. Fokus penelitian ini adalah bagaimana interaksi sosial siswa kelas akselerasi di lingkungan sekolah terutama dengan siswa kelas reguler.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Sumber data utama adalah kata-kata dan tindakan siswa kelas akselerasi di lingkungan sekolah. Data tersebut didukung dokumen yang berkaitan dengan siswa kelas akselerasi seperti daftar nilai UTS. Selain itu, foto aktivitas siswa kelas akselerasi sangat berguna karena menghasilkan data deskriptif . Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi berpartisipasi aktif, dan triangulasi. Analisis data yang diperoleh selama satu bulan penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif melalui reduksi data, displai data, dan verifikasi data. Setelah data diperoleh dilakukan pengecekan keabsahan data dengan menggunakan perpanjangan keikutsertaan, metode triangulasi, dan ketekunan pengamatan.

Subjek penelitian berada pada kelas XI akselerasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial siswa kelas akselerasi dengan siswa kelas reguler berbentuk pertentangan. Saat program akselerasi baru diselenggarakan hingga saat ini, hubungan antara kelas akselerasi dan kelas reguler tidak terjalin dengan baik. Terdapat dua faktor penghambat interaksi sosial siswa akselerasi di sekolah yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi perasaan bingung dalam menempatkan diri saat bergaul, kurang percaya diri saat bergaul, dan muncul perasaan kaget atau shock saat digolongkan sebagai siswa kelas akselerasi. Sedangkan faktor eksternal meliputi kepadatan aspek akademik berupa pemberian tugas dari guru, siswa dilabel sebagai siswa yang sombong, egois, dan bersikap semaunya sendiri, fasilitas eksklusif dan istimewa menimbulkan kesenjangan sosial. Pemaknaan siswa kelas akselerasi terhadap interaksi sosial dianggap penting namun hal ini belum dapat diwujudkan saat di sekolah karena siswa kelas akselerasi lebih nyaman untuk menarik diri dari lingkungan sekolah terutama dengan siswa kelas reguler.

Berdasarkan hasil temuan penelitian tersebut, diberikan saran kepada personil sekolah terutama guru yang mengajar di kelas akselerasi serta konselor diharapkan untuk memberikan motivasi yang berkaitan dengan pentingnya interaksi sosial bagi siswa kelas akselerasi yang memiliki kepadatan aspek akademik agar tidak mengabaikan aspek sosial yang dapat merugikan siswa kelas akselerasi. Untuk penelitian yang lebih lanjut diharapkan mampu mengungkap persepsi siswa kelas akselerasi terhadap siswa kelas reguler.