SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PAKET PELATIHAN ETIKET BERKOMUNIKASI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIATRI KUSUMA WARDHANI

Abstrak


ABSTRAK

 

Wardhani, Diatri Kusuma. 2012. Pengembangan Paket Pelatihan Etiketb Berkomunikasi Siswa Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd.

 

Kata kunci: pengembangan, paket pelatihan, etiket berkomunikasi, siswa SMP.

 

Usia remaja merupakan usia yang rentan berkenaan dengan perkembangan pribadi dalam menjalankan kehidupannya. Hal ini dapat terjadi karena remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Salah satu pengaruh dalam kehidupan remaja adalah cara remaja yang bertingkah laku tidak berdasarkan tata krama atau nilai sopan santun dalam pergaulan di kehidupan bermasyarakat. Sebagai manusia, remaja mempunyai berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah kebutuhan sosial. Kebutuhan sosial dapat terpenuhi karena adanya interaksi dengan orang lain. Pada saat berinteraksi dengan orang lain, tidak menutup kemungkinan remaja akan merasa kesulitan mengkomunikasikan apa yang dipikirkan, dirasakan, dan diinginkan.

Berkomunikasi menjadi faktor terpenting ketika berinteraksi dengan orang lain, berkomunikasi tidak hanya menerangkan tentang berbicara yang baik dengan orang lain. Etiket berkomunikasi menjelaskan tentang cara bersikap dan bertindak yang dilakukan oleh individu kepada orang lain. Etiket berkomunikasi yang diharapkan mencakup segala aspek dalam berinteraksi sosial dengan orang lain yang disampaikan secara verbal maupun non verbal.

Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan paket Pelatihan etiket berkomunikasi siswa SMP yang terdiri dari buku panduan untuk pengguna yaitu konselor dan siswa yang dapat diterima dari segi teoritik dan praktis serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Paket pelatihan etiket berkomunikasi adalah seperangkat alat yang terdiri dari buku panduan konselor dan buku panduan siswa yang mempunyai tujuan untuk melatih ketrampilan beretiket siswa dalam berkomunikasi baik verbal maupun non verbal yang berisi tentang aturan atau tata cara berkomunikasi yang terdiri atas mengenal diri sendiri dan orang lain, ragam hasa dalam ragam situasi, cara menyampaikan pesan, cara menerima pesan, tindakan dalam komunikasi dan kesiapan sikap dan penampilan diri.

Pengembangan paket pelatihan etiket berkomunikasi ini mengadaptasi tahaptahap penelitian dan pengembangan dari model Borg and Gall (1983). Tahapan dalam penelitian pengembangan ini hanya sampai pada tahap kelima yaitu: 1) analisis kebutuhan, 2) perumusan tujuan pelatihan, 3) penyusunan prototype, 4) melakukan uji lapangan permulaan (uji ahli materi, bahasa, dan calon pengguna produk), 5) revisi. Uji validitas paket pelatihan dilakukan oleh tiga subjek yaitu uji ahli materi, uji ahli bahasa dan uji calon pengguna produk ( 2 konselor) dan siswa (6 orang siswa kelas VII B SMP Laboratorium UM ). Uji validitas bertujuan untuk mengetahui keberterimaan paket pelatihan etiket berkomunikasi dalam aspek ketepatan, kegunaan dan kemenarikan. Instrumen yang digunakan dalam uji validitas uji ahli (materi, bahasa dan calon pengguna produk untuk konselor dan siswa) berupa skala penilaian dan lembar saran, sedangkan uji validitas untuk siswa menggunakan angket. Hasil dari uji validitas dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berikut hasil analisis data validitas dari uji ahli : 1) dari ahli materi dan ahli bahasa menunjukkan bahwa paket pelatihan etiket berkomunikasi siswa SMP termasuk dalam kategori sangat tepat dengan rata-rata skor 3,13, sangat berguna dengan rata-rata skor 3,15 dan menarik dengan rata-rata skor 3,5. 2) dari calon pengguna produk (konselor) menunjukkan bahwa paket pelatihan etiket berkomunikasi termasuk dalam kategori sangat tepat dengan skor 3,21, sangat berguna dengan skor 3,5 dan sangat menarik dengan skor 3,25. 3) dari calon pengguna produk (siswa) menunjukkan bahwa pengembangan etiket berkomunikasi siswa SMP dapat dikategorikan sangat layak. Dapat disimpulkan bahwa paket pelatihan etiket berkomunikasi siswa SMP ini memiliki keberterimaan yang tinggi secara teori dan praktis dari segi ketepatan, kegunaan dan kemenarikan.

Berdasarkan saran penelitian pengembangan ini, peneliti mengajukan beberapa saran, untuk saran pemanfaatan antara lain : 1) konselor diharapkan  memberikan motivasi kepada siswa untuk terus berlatih ketrampilan sikap berkomunikasi yang etis. 2) siswa dapat terus belatih ketrampilan berkomunikasi yang sesuai dengan materi dalam paket pelatihan. Sedangkan untuk saran pengembangan produk lebih lanjut adalah untuk penelit i selanjutnya dapat menguji keefektifitasan paket pelatihan etiket berkomunikasi siswa SMP dengan jumlah sampel uji pengguna produk (siswa)  lebih banyak.