SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Permainan Simulasi Pergaulan yang Sehat untuk Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs)

ROSSY ATIKA SARI

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Rossy Atika. 2012. Pengembangan Media Permainan Simulasi Pergaulan yang Sehat untuk Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd., Pembimbing (II) Drs. H. Widada, M.Si.

 

Kata Kunci: permainan, simulasi, pergaulan sehat, siswa MTs

 

Pergaulan yang sehat adalah sebuah interaksi sosial yang berdasarkan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, dan memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh. Dalam hal ini, berarti remaja harus terbebas dari dampak dan bahaya rokok, NAPZA dan gaya berpacaran yang menyimpang. Rokok, NAPZA, dan pacaran, telah menjadi sebuah trend tersendiri di kalangan remaja yang “gaul”, seiring dengan semakin bebasnya pergaulan remaja sekarang. Untuk mencegah adanya remaja yang terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat, pemahaman tentang pergaulan yang sehat perlu diberikan kepada siswa sedini mungkin. Melihat permasalahan tersebut, serta karakteristik sebuah sekolah dengan latar belakang agama, khususnya Madrasah Tsanawiyah (MTs), diperlukan sebuah media yang tepat untuk memberikan informasi tentang pergaulan yang sehat ini. Salah satu media yang dapat dikembangkan yaitu media permainan simulasi.

Pengembangan ini bertujuan menghasilkan media permainan simulasi berupa media permainan simulasi yang dapat digunakan konselor di sekolah untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pergaulan yang sehat. Melalui media ini, siswa diajak untuk  melakukan aktivitas belajar yang menyenangkan, yaitu berdiskusi sambil bermain. Selain itu, juga dapat membantu siswa MTs dalam mengembangkan sikap sportif, belajar mentaati peraturan, komunikasi efektif, serta belajar menerima dan menghargai pendapat orang lain.

Pengembangan beberan simulasi ini didesain dengan gambar dan pemilihan kata yang disesuaikan dengan karakteristik siswa MTs serta topik bahasan. Bentuk beberan simulasi ini diadopsi dari permainan pencarian jejak harta karun dimana ada beberapa batu pijakan yang harus ditelusuri oleh pemain dengan pion.

Penelitian ini menggunakan metode pengembangan yang diadopsi dari model pengembangan Borg and Gall, adapun prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) tahap pra pengembangan: melakukan pengamatan, need assessment, dan mengkaji literatur, 2) tahap pengembangan: merumuskan tujuan umum dan khusus, menyusun bahan dan materi (prototip produk), mengembangkan instrumen penilaian, 3) tahap uji coba produk: uji ahli, revisi produk dari hasil uji ahli, uji coba calon pengguna produk (konselor dan siswa), revisi produk dari hasil uji calon pengguna produk, produk jadi.

Berdasarkan penilaian pertama oleh ahli materi BK terhadap item materi dari media permainan simulasi pergaulan yang sehat, ditinjau dari aspek ketepatan materi dan kebermanfaatannya, semua materi layak digunakan dalam kegiatan layanan bimbingan terkait pergaulan remaja yang sehat dengan melakukan perbaikan sesuai saran ahli materi BK. Penilaian kedua, penilaian dari ahli media berdasarkan aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kemenarikan menunjukan bahwa media permainan simulasi pergaulan yang sehat sudah layak untuk digunakan. Penilaian ketiga, penilaian dari calon pengguna produk yaitu oleh konselor dan siswa. Penilaian dari konselor dan siswa terhadap media permainan simulasi ini, baik dari segi materi maupun media secara keseluruhan, menunjukkan bahwa media permainan simulasi tentang pergaulan remaja yang sehat ini sudah layak untuk digunakan.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: 1) konselor di MTs lain juga dapat menggunakan media permainan simulasi pergaulan yang sehat ini, 2) konselor dapat berkolaborasi dengan guru agama maupun pihak kesehatan dalam melaksanakan layanan bimbingan terkait pergaulan yang sehat melalui media permainan simulasi ini, 3) peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan uji kelompok besar sehingga produk media permainan simulasi tentang pergaulan remaja yanga sehat ini dapat dikembangkan menjadi lebih sempurna lagi,  4) peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan uji efektivitas, sehingga penggunaan media permainan simulasi pergaulan yang sehat ini dapat diketahui efektivitasnya dalam usaha preventif untuk menghindarkan remaja dari dampak dan bahaya pergaulan yang tidak sehat.