SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PANDUAN PENYUSUNAN LIFE HISTORY UNTUK MENGUNGKAP KETERBUKAAN DIRI SISWA SMP

YULIK SULISTIARA PRABAWATI

Abstrak


ABSTRAK

 

Prabawati, Yulik Sulistiara. 2012. Pengembangan Panduan Penyusunan Life History untuk Mengungkap Keterbukaan Diri Siswa. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nur Hidayah, M.Pd, (2) Dr. M. Ramli, M.A.

 

Kata kunci: keterbukaan diri, panduan life history, siswa SMP

 

Keterbukaan diri adalah kemampuan mengungkap informasi diri kepada orang lain, baik informasi umum maupun khusus. Informasi diri ini dapat berkaitan dengan ide, pemikiran, sikap, minat, pekerjaan, pendidikan, kepribadian, dan fisik. Untuk mengungkap informasi diri siswa konselor dapat menggunakan panduan penyusunan life history. Panduan penyusunan life history ini merupakan buku petunjuk pengungkapan sejarah kehidupan seseorang baik secara menyuluruh maupun hanya aspek tertentu yang digambarkan secara rinci melalui tulisan atau karangan. Life history yang diungkapkan sesuai dengan unsur-unsur keterbukaan diri dalam BASIC ID yang dikemukakan oleh Lazarus, mencakup behavior (perilaku), affection (perasaan), sensation (sensasi), imagery (khayalan), cognitive (pikiran), interpersonal relationship (hubungan interpersonal), dan drug (obat).

Tujuan pengembangan ialah menghasilkan panduan life history untuk mengungkap keterbukaan diri siswa secara tertulis. Buku panduan ini terdiri atas panduan penyusunan life history bagi siswa dan panduan life history beserta analisisnya untuk konselor. Adapun tujuan khusus pengembangan panduan ini menghasilkan produk yang dapat diterima dari segi ketepatan, kemudahan, kegunaan, dan kemenarikan.

Prosedur pengembangan panduan penyusunan life history ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari Borg and Gall (1983) yaitu 1) need assesment, 2) merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus, 3) penyusunan produk awal, 4) uji coba tahap pertama, yaitu uji ahli BK dan calon pengguna produk konselor, 5) revisi tahap pertama, 6) uji coba tahap kedua, yaitu uji kelompok kecil, 7) revisi akhir menghasilkan panduan penyusunan life history untuk mengungkap keterbukaan diri siswa SMP berupa buku panduan bagi konselor dan siswa. Desain yang digunakan dalam pengembangan ini adalah desain deskriptif, dengan subyek penelitian ahli BK, calon pengguna konselor, dan 8 orang siswa yang dipilih secara acak yang sudah mewakili kelompok kecil. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket penilaian menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitaif menggunakan teknik analisis rata-rata, sedangkan teknik analisis deskriptif untuk data kualitatif.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa panduan penyusunan life history dinilai ahli BK, yaitu tepat dengan nilai 3, sangat mudah dengan nilai 3,12, sangat berguna dengan nilai 3,21, dan menarik dengan nilai 3. Sedangkan penilaian dari calon pengguna produk yaitu sangat tepat dengan nilai 3,2, sangat mudah dengan nilai 3,5, sangat berguna dengan nilai 3,37, dan sangat menarik dengan nilai 3,37. Dari uji kelompok kecil menggolongkan panduan ini tergolong panduan yang sangat tepat, sangat mudah, sangat berguna, dan sangat tepat dengan nilai rata-rata 3,24. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa panduan penyusunan life untuk mengungkap keterbukaan diri siswa SMP memiliki keberterimaan sangat tepat, sangat mudah, sangat berguna, dan sangat menarik.

Saran pengembangan panduan ini adalah dalam melaksanakan panduan penyusunan life history konselor hendaknya memahami prosedur pelaksanaan life history serta perlu adanya tindak lanjut hasil pengungkapan data siswa dengan melakukan konseling individual maupun kelompok. Saran untuk peneliti selanjutnya panduan penyusunan life history perlu diuji cobakan kelompok besar untuk uji penormaan dan desiminasi sehingga panduan ini benar-benar sesuai dan bermanfaat. Selain itu apabila panduan penyusunan life history untuk mengungkap keterbukaan diri ini hendak digunakan oleh siswa sekolah menengah atas dan sederajat, maka hendaknya melalukan need assesment terlebih dahulu.