SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Sikap terhadap delinkuensi dan Perilaku Delinkuen antara Siswa SMP Negeri 2 Porong Sidoarjo sebagai korban lumpur Lapindo dengan Siswa SMP Negeri 13 Malang

Imanniar .

Abstrak


i
ABSTRAK
Imanniar, 2009. Perbedaan Sikap terhadap delinkuensi dan Perilaku Delinkuen
antara Siswa SMP Negeri 2 Porong Sidoarjo sebagai korban lumpur
Lapindo dengan Siswa SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Program studi
Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
Pembimbing (1) Drs. H. Alwisol, M.Pd, (II) Diah Sulistyarini, S. Psi, M.Psi.
Kata Kunci: Bencana lumpur Lapindo, Sikap terhadap delinkuensi, perilaku
delinkuen.
Bencana luapan lumpur Lapindo membuat kondisi korban sangat tertekan,
frustrasi karena struktur masyarakat, tempat tinggal, termasuk sarana pendidikan
tenggelam oleh lumpur. Hal ini menyebabkan korban berpikir irrasional sehingga
akhirnya membentuk sikap terhadap delinkuensi yang cenderung positif dan
melakukan perilaku delinkuen dengan cara melakukan tindakan melanggar yang
bersifat anti sosial, terhadap norma agama, hukum pidana dan norma kesusilaan.
Teori sosiogenis menurut Kartono (2008) mengatakan bahwa perilaku delinkuen
dapat disebabkan oleh struktur sosial yang deviatif, tekanan kelompok, status
sosial atau internalisasi simbolis yang keliru.
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Porong Sidoarjo dan di SMP
Negeri 13 Malang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif
dan komparatif. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis
komputerisasi data statistik SPSS 14.00 for windows yaitu uji t yang
menunjukkan: (1) nilai signifikansi < 0,05 yaitu 0,000 jadi ada perbedaan sikap
terhadap delinkuensi antara SMPN 2 Porong sebagai korban lumpur Lapindo
dengan SMPN 13 Malang, (2) nilai signifikansi < 0,05 yaitu 0,006 jadi ada
perbedaan perilaku delinkuen antara SMPN 2 porong sebagai korban lumpur
Lapindo dengan SMPN 13 Malang, (3) pengujian hipotesis ini dilakukan dengan
analisis varian/ ANOVA hasilnya ada perbedaan perilaku delinkuen antara siswa
yang sikap terhadap delinkuensi positif dengan siswa yang sikap terhadap
delinkuensi negatif di SMP Negeri 2 Porong Sidoarjo sebagai korban lumpur
Lapindo dan SMP Negeri 13 malang.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: (1) Kepada pemerintah
kabupaten Sidoarjo lebih banyak turun tangan dalam penanggulanggan anak-anak
delinkuen yang menjadi korban lumpur Lapindo, dengan cara memberikan
bantuan secara moril dan materi kepada sekolah yang terendam oleh lumpur
Lapindo yaitu dengan dibangunnya sarana pendidikan yang baik dan sarana
penunjang untuk kegiatan ekstrakulikuler. (2) Kepada pihak sekolah yang menjadi
korban lumpur Lapindo disarankan agar meningkatkan peran serta guru untuk
melakukan pendekatan terhadap siswa pelaku delinkuen dengan cara memberikan
bimbingan yang berguna untuk menemukan, menganalisa dan memecahkan
masalah siswa yang sedang dihadapi dalam hidupnya. (3) Kepada orang tua
diharapkan agar dapat memahami anaknya sehingga anak tidak sampai melakukan
perilaku delinkuen. (4) Kepada para siswa disarankan agar tidak mudah
terpengaruh oleh teman yang melakukan perilaku delinkuen. (5) Kepada peneliti
selanjutnya agar menambah variabel-variabel bebas lainnya seperti : pola asuh
orang tua, jenis kelamin, usia. Selain itu, agar penelitian dapat dilakukan secara
lebih mendalam, maka perlu menggunakan pendekatan kualitatif.