SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi tentang Pemahaman Siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagak Kabupaten Malang terhadap Tugas-tugas Perkembangan Remaja

ADITYA ARIKUNCAHYO

Abstrak


ABSTRAK

 

Arikuncahyo, Aditya. 2012. Studi tentang Pemahaman Siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagak Kabupaten Malang terhadap Tugas-tugas Perkembangan Remaja. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dra Elia Flurentin, M.Pd. Pembimbing II: Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd.

 

Kata kunci: Pemahaman, tugas-tugas perkembangan, siswa SMA.

 

Jenjang Sekolah Menengah Atas merupakan jenjang pertengahan untuk remaja dalam melaksanakan berbagai tugas perkembangannya. Pemahaman tugas perkembangan remaja sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah. Agar pelaksanaan tugas perkembangan berjalan dengan baik, maka perlu adanya bantuan dari konselor sekolah untuk membantu pelaksanaan tugas perkembangan yang dilaksanakan oleh siswa. Remaja sebagai bagian dari masyarakat mempunyai tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhinya, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan pada tugas-tugas berikutnya. Sebaliknya, bila gagal  maka ia menjadi tidak bahagia, dan mengalami kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas berikutnya

Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan seberapa besar pemahaman siswa terhadap tugas-tugas perkembangan remaja yang berkaitan dengan (1) keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME; (2) menerima keadaan fisik/jasmani; (3) memperoleh hubungan baru dan lebih matang dengan teman sebaya; (4) memperoleh peran sosial sesuai dengan jenis kelamin masing-masing; (5) mencapai kebebasan emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya; (6) mencapai kebebasan ekonomi; (7) memperoleh seperangkat nilai hidup dan falsafah hidup; (8) mencapai tingkah laku secara moral dan sosial; (9) mengembangkan ketrampilan dan konsep-konsep intelektual bagi warga negara yang berkompeten; (10) memilih dan mempersiapkan suatu pekerjaan; dan (11) mempersiapkan pernikahan dan kehidupan berkeluarga.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagak Kabupaten Malang. Jumlah sampel sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data penelitian dianalisis dengan perhitungan analisis deskriptif persentase.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa kelas X SMA Negeri 1 Pagak terhadap tugas-tugas perkembangan remaja secara keseluruhan adalah sebagai berikut: 1) sebagian besar (56%) siswa memahami tugas perkembangan aspek beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME pada  klasifikasi sedang; 2) sebagian besar (72%) siswa memahami tugas perkembangan menerima keadaan fisik/jasmani pada klasifikasi sedang; 3) pada umumnya (84%) siswa memahami tugas perkembangan memperoleh hubungan baru dan lebih matang dengan teman sebaya pada klasifikasi sedang; 4) sebagian besar (58%) siswa memahami tugas perkembangan memperoleh peran sosial sesuai dengan jenis kelamin masing-masing pada klasifikasi sedang; 5) pada umumnya (87%) siswa memahami tugas perkembangan mencapai kebebasan emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya pada klasifikasi sedang; 6) pada umumnya (76%) siswa memahami tugas perkembangan mencapai kebebasan ekonomi pada klasifikasi sedang; 7) sebagian besar (62%) siswa memahami tugas perkembangan memperoleh seperangkat nilai hidup dan falsafah hidup pada klasifikasi sedang;  8) sebagian besar (59%) siswa memahami tugas perkembangan mencapai tingkah laku secara moral dan sosial pada klasifikasi sedang;  9) pada umumnya (89%) siswa memahami tugas perkembangan mengembangkan ketrampilan dan konsep-konsep intelektual bagi warga negara yang berkompeten pada klasifikasi sedang; 10) pada umumnya (79%) siswa memahami tugas perkembangan memilih dan mempersiapkan suatu pekerjaan pada klasifikasi sedang siswa memahami tugas perkembangan ini dengan klasifikasi sedang; dan 11) sebagian besar (67%) siswa memahami tugas perkembangan mempersiapkan pernikahan dan kehidupan berkeluarga pada klasifikasi sedang.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada konselor sekolah agar mengembangkan program Bimbingan dan Konseling yang memprioritaskan layanan yang bersifat perkembangan dan penanggulangan guna membantu siswanya dalam perkembangan secara optimal. Bimbingan yang bersifat perkembangan ditujukan kepada siswa yang memahami tugas perkembangan remaja ini pada klasifikasi tinggi dan sedang. Bimbingan ini bersifat pengayaan, layanan yang dapat diberikan misalnya informasi dengan topik peran sosial antara laki-laki dan perempuan, cara bergaul dengan lawan jenis, cara menyikapi perbedaan nilai dalam keluarga. Bimbingan yang bersifat penanggulangan ditujukan kepada siswa yang memahami tugas perkembangan remaja pada klasifikasi rendah, layanan yang diberikan misalnya konseling individu, konseling kelompok, dan juga bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama yang temanya disesuaikan dengan permasalahan yang dialami oleh siswa. Kemudian bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat memperluas jumlah populasi penelitian sehingga didapat data dan hasil yang valid.