SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN SIMULASI PEMBENTUKAN KONSEP DIRI POSITIF PADA SISWA KELAS TINGGI SEKOLAH DASAR (SD)

Erlis Septiana

Abstrak


ABSTRAK

 

Septiana, Erlis. 2012. Pengembangan Media Permainan Simulasi Pembentukan Konsep Diri Positif pada Siswa Kelas Tinggi Sekolah Dasar (SD). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Elia Flurentin, M. Pd., Pembimbing (II) Dr. M. Ramli, M. A.

 

Kata Kunci: permainan simulasi, konsep diri positif, siswa SD

 

Konsep diri positif adalah penilaian positif individu terhadap dirinya sendiri, mengenai keadaan fisik, diri pribadi, kedudukan sebagai anggota keluarga, diri sosial, dan diri moral etik. Dalam mencegah adanya konsep diri negatif pada siswa SD kelas tinggi, maka diperlukan bantuan wali kelas atau guru matapelajaran melalui pendekatan bimbingan secara terpadu dan tepat. Salah satu yang dilakukan yaitu melalui pengembangan media yang dapat membantu wali kelas dan guru dalam melakukan bimbingan berupa media permainan simulasi pembentukan konsep diri positif. Dalam pelaksanaannya, pengembangan media permainan simulasi pembentukan konsep diri positif ini mempunyai suatu keuntungan, misalnya mendorong siswa SD untuk mengembangkan sikap menilai diri secara positif. Demikian juga siswa SD dapat mengembangkan sikap sabar, menghargai pendapat orang lain, dan menaati peraturan.

Pengembangan ini bertujuan menghasilkan media permainan simulasi berupa beberan simulasi dan buku panduan pelaksanaan sebagai media yang dapat digunakan wali kelas dan guru matapelajaran untuk pelaksanaan bimbingan. Penggunaan media permainan simulasi diharapkan siswa dapat mengembangkan konsep diri posit if melalui kegiatan permainan simulasi.

Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan Borg and Gall. Adapun prosedur pengembangan menggunakan enam pendekatan yaitu sebagai berikut: 1) pengumpulan informasi, 2) pengembangan produk awal, 3) uji lapangan permulaan, 4) revisi produk utama, 5) uji lapangan utama, 6) penyusunan produk akhir. Instrumen pengumpulan data yang dipergunakan berupa kuesioner need assessment dan kuesioner uji ahli. Data dianalisis dengan teknik deskriptif. Subyek coba dalam penelitian ini adalah siswa SD kelas lima.

Hasil pengembangan yang telah dihasilkan yaitu media permainan simulasi pembentukan konsep diri positif berupa beberan simulasi dan buku panduan pelaksanaan. Pengembangan beberan simulasi ini menggunakan gambar kartun Spongebob. Alasan penggunaan gambar kartun Spongebob yaitu karena subjek penelitian anak Sekolah Dasar kelas tinggi yang masih menyukai dunia bermain. Bentuk beberan simulasi mirip permainan monopoli.

Berdasarkan penilaian ahli BK yang terdapat dalam media permainan simulasi ditinjau dari aspek kegunaan, ketepatan, kejelasan, kemenarikan sudah sesuai dan layak untuk diterapkan dalam kegiatan layanan bimbingan. Penilaian ahli media berdasarkan aspek kegunaan, ketepatan, kejelasan, dan kemenarikan menunjukan bahwa media permainan simulasi pembentukan konsep diri positif sudah sesuai dan layak. Penilaian calon pengguna produk (wali kelas), media permainan simulasi sudah sesuai dan layak ditinjau dari aspek kegunaan, ketepatan, kejelasan, dan kemenarikan. Hasil uji kelompok kecil menunjukan bahwa kegiatan permainan simulasi dengan media permainan simulasi pembentukan konsep diri positif ini menarik serta menyenangkan bagi siswa, menambah wawasan, melatih antri dan tertib.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: 1) wali kelas atau guru matapelajaran di sekolah lain juga dapat menggunakan media permainan simulasi pembentukan konsep diri positif tentunya dengan menghubungi pengembang selaku pemilik hak cipta dan hal guna, 2) hendaknya wali kelas atau guru matapelajaran menindaklanjuti hasil evaluasi siswa dengan melakukan bimbingan individual jika diperlukan, 3) diharapkan untuk peneliti selanjutnya untuk melakukan uji kelompok besar sehingga produk media permainan simulasi pembentukan konsep diri positif lebih sempurna, 4) untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan uji efektivitas media permainan simulasi pembentukan konsep diri positif sehingga diketahui efektivitas penggunaan media permainan simulasi dalam pembentukan konsep diri positif.