SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PADA ANAK PRASEKOLAH

Viccy Eliez Triandini

Abstrak


ABSTRAK
 
Triandini, Viccy Eliez. 2009.  Pengaruh  Senam Otak terhadap Keterampilan
Menulis Pada Anak Prasekolah. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan
Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Alwisol, M.Pd,
(II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi.
 
Kata Kunci: Senam Otak, Keterampilan Menulis.
 
Latihan senam otak dapat mengembangkan kematangan pemrosesan
otak anak dengan kesulitan menulis atau dispraksia (Portwood, 1996). Rosenbaum
(1998) menyatakan bahwa pembelajaran perkembangan anak dengan gangguan
fungsi motorik tersebut memberikan  kesempatan untuk memahami pentingnya
fungsi motorik untuk perkembangan anak  keseluruhan. Melatih keterampilan
motorik halus penting dilakukan pada masa kanak-kanak awal, untuk
memperbaiki kualitas tulisan sebagai  bekal masuk SD. Senam otak adalah
serangkaian gerakan sederhana untuk merangsang area pada otak yang mengatur
perintah untuk menulis. Melatih motorik  halus dengan beberapa gerakan senam
otak dapat mengaktifkan otak sebagai pengendali perkembangan motorik untuk
kegiatan menulis.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan
two group  pretest - postest design. Penelitian dilakukan pada tanggal 08 Mei
sampai 08 Juni 2009 di TK Primagama Kawi Malang sebagai kelompok
eksperimen dengan jumlah subyek 27 anak, dan di TK PKK Bandulan Malang
sebagai kelompok kontrol dengan jumlah subyek 27 anak. Variabel bebas dalam
penelitian ini adalah senam otak dan varibel terikat adalah keterampilan menulis.
Instrumen yang digunakan adalah menyalin teks lirik lagu "Balonku" dengan
indikator penilaian  berdasarkan kecepatan menulis,  ketepatan bentuk huruf, dan
kerapian tulisan. Gerakan senam otak  sebagai tritmen yang diberikan kepada
kelompok eskperimen adalah 8 melintang, mengaktifkan tangan, permainan jari-
jari tangan, coretan ganda, gambar garis abjad angka, dan keseimbangan tangan
kaki.
Pengujian hipotesis mayor dilakukan dengan menggunakan analisis
komputerisasi data statistik SPSS 13.00 for windows yaitu uji t yang menunjukkan
adanya perbedaan keterampilan menulis antara kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam
otak terhadap keterampilan menulis tingkat kecepatan dan kerapian pada anak
prasekolah. Pengujian hipotesis minor dilakukan dengan menggunakan anava 2
jalur dan menunjukkan adanya perbedaan kecepatan menulis pada anak yang
pernah mengikuti playgroup dengan anak yang tidak mengikuti playgroup,
sehingga dapat disimpulkan bahwa pengalaman latihan menulis ikut berpengaruh
terhadap keceparan menulis selain pengaruh senam otak.
Keberhasilan penelitian ini sangat dipengaruhi oleh motivasi dan
kemampuan masing-masing anak dalam  melakukan gerakan senam otak, serta
kondisi lingkungan dimana penelitian dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian ini
disarankan pada peneliti  selanjutnya untuk mengontrol variabel ekstra yang ikut
berpengaruh dalam penelitian.