SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perilaku Berpacaran Remaja (Studi Fenomenologis Dimensi Hasrat, Keintiman, dan Komitmen Remaja Berpacaran)

Arsy Rila Istikasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Istikasari, Arsy Rila. 2012. Perilaku Berpacaran Remaja (Studi Fenomenologis Dimensi Hasrat, Keintiman, dan Komitmen Remaja Berpacaran). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.

 

Kata Kunci : perilaku berpacaran, hasrat, keintiman, komitmen

 

Salah satu tugas perkembangan remaja adalah perkembangan sosial yang berorientasi pada persiapan pernikahan. Sebagai usaha pemenuhan tugas-tugas perkembangannya tersebut, remaja melakukan usaha melalui hubungan berpacaran (courthip). Dalam menjalani hubungannya, tidak jarang melanggar norma-norma sosial, agama dan susila yang berlaku. Terdapat beberapa remaja yang menyertakan perilaku seksual dalam hubungan berpacarannya.

Berdasarkan fenomena tersebut, fokus penelitian meliputi: (1) Alasan remaja memutuskan untuk berpacaran, (2) Faktor yang mempengaruhi adanya perilaku seksual pada remaja berpacaran, dan (3) Dimensi cinta remaja berpacaran yang terdiri dari hasrat, keintiman dan komitmen. Hal ini diteliti karena segala bentuk perilaku dilatar belakangi oleh adanya alasan utama mereka memutuskan berpacaran serta adanya faktor yang mempengaruhi dan mendorong perilakunya tersebut.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologis. Kehadiran peneliti sebagai pengamat berperan serta memanfaatkan sumber lain atau informan untuk memperkuat data. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik snow bowling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu reduksi fenomenal, reduksi eiditis, dan reduksi transedental. Teknik pemeriksaan keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dalam berpacaran subjek, terdapat perilaku seksual yang menyimpang dari norma sosial, agama dan susila. Alasan utama subjek memutuskan berpacaran merupakan upaya pemenuhan kasih sayang dan menyeleksi pasangan hidup. Adanya perilaku seksual tersebut muncul karena terdapat faktor internal yaitu perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat seksualnya. Sedangkan faktor eksternalnya adalah keadaan lingkungan keluarga dan adanya penyebaran informasi dan rangsangan melalui media masa dengan teknologi yang canggih. Selain itu, diperoleh deskripsi cinta yang dirasakan subjek. Keintimanlah yang paling menonjol dalam berpacaran. Hubungan yang semakin dalam tersebut, menjadikan subjek membumbui hubungannya dengan adanya hasrat yang menimbulkan perilaku seksual. Namun terdapat tanggung jawab dari subjek, yaitu komitmen untuk menikah.

Saran dari penelitian ini ditujukan kepada konselor, yaitu memberikan layanan informasi bidang pribadi sosial dengan menyediakan media berupa buku saku tentang etika berpacaran. Layanan informasi bidang pribadi sosial tersebut diharapkan akan mengarahkan para siswa agar tidak melakukan perilaku negatif seperti perilaku seksual dalam berpacaran. Saran kepada peneliti selanjutnya jika dilakukan penelitian sejenis, maka perlu menambah subjek penelitian, misalnya lebih dari satu pasang remaja berpacaran. Saran kepada orang tua, diharapkan menanamkan nilai-nilai sosial, agama, dan susila yang ditanamkan sejak dini kepada anak.