SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kontribusi Kecerdasan Emosi Terhadap Stres Istri Prajurit.

Anggraini Rizki Mei Wulansari

Abstrak


ABSTRAK

 

 

 Wulansari, Anggraini Rizki Mei. 2009. Kontribusi Kecerdasan Emosi Terhadap Stres Istri Prajurit. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si (II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci : Kecerdasan Emosi, Stres, Istri Prajurit

 

Sebagai istri prajurit harus bersiap dalam menghadapi kemungkinan suami bertugas di daerah operasi/konflik. Kepergian suami ke daerah tugas, membuat tanggung jawab istri bertambah. Kecemasan akan nasib suami juga dapat menyebabkan istri tertekan yang menyebabkan emosi tidak stabil dan akhirnya dapat mengalami stres. Dalam keadaan yang tidak menyenangkan ini, seorang istri dapat mengurangi stres dengan memaksimalkan penggunaan ketrampilan emosi diri yang biasa disebut Kecerdasan Emosi.

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui kecerdasan emosi yang dimiliki istri prajurit, (2) Mengetahui stres yang dialami istri prajurit, dan (3) Mengetahui Hubungan antara kecerdasan emosi dan stres istri prajurit, dan (4) Mengetahui ada kontribusi kecerdasan emosi terhadap stres pada istri prajurit.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara random sampling. Populasi dalam penelitian adalah istri prajurit yang pernah ditinggal suami bertugas kedaerah operasi (maksimal 2 kali bertugas) sebanyak 160 orang, dengan sampel sebanyak 40 orang istri prajurit yang pernah ditinggal suami bertugas kedaerah operasi. Subyek mengisi skala kecerdasan emosi dan skala stres. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis korelasi dan analisis regresi linier sederhana.

Data hasil penelitian di analisis dengan teknik deskriptif, korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil dari analisis deskriptif adalah secara umum, istri prajurit yang pernah ditinggal bertugas oleh suami ke daerah operasi memiliki tingkat kecerdasan emosi yang tergolong tinggi yaitu dengan prosentase sebesar 57,5% (23 orang) dan stres yang tergolong rendah sebanyak 52,5% (51 orang). Dari analisis korelasi di dapatkan koefisien korelasi atau keeratan hubungan (r) = -0,553 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Ini berarti signifikan dan hubungan yang terjadi adalah negatif. Sedangkan dari analisis regresi sederhana penelitian menunjukkan bahwa besarnya kontribusi kecerdasan emosi terhadap stres istri prajurit ditunjukkan R2 = 0,306. Nilai tersebut berarti bahwa ada kontribusi kecerdasan emosi terhadap stres istri prajurit dalam menghadapi penugasan suami kedaerah konflik sebesar 30,6 %, sedangkan 69,4 % lainnya dipengaruhi oleh faktor – faktor lain yang mempengaruhi stres.

Berdasarkan hasil penelitian  maka disarankan kepada: (1) Bagi istri prajurit agar dapat memanfaatkan kecerdasaan emosi yang dimiliki untuk menjadi benteng bagi diri ketika dalam keadaan menekan atau stres muncul dalam kehidupannya ketika suami bertugas, (2) Bagi prajurit diharapkan dapat membantu mengembangkan kecerdasan emosi  istri, (3) Bagi TNI AD menyediakan pusat informasi tentang bagaimana kondisi prajurit di medan operasi, dan  (4)Bagi mahasiswa, diharapkan dapat mengembangkan penelitian tentang aspek kecerdasan emosi dan stres dengan menggunakan teori lain dan metode yang berbeda, seperti kualitatif. Atau menggunakan subyek yang berdeda dalam ruang lingkup yang sama.