SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEEFEKTIFAN KONSELING BEHAVIOR DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA SMPN 4 BLITAR

Anita Rahmawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahmawati, Anita. 2012. Keefektifan Konseling Behavior dengan Teknik Self-Management untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMP Negeri 4 Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Triyono, M.Pd, (II)Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd

 

Kata kunci: behavior therapy, self management, kedisiplinan siswa

 

Siswa yang tidak disiplin terhadap peraturan sekolah rentan dengan penurunan prestasi belajar. Siswa yang sering terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, terlambat mengumpulkan tugas, tidak mendengarkan penjelasan guru, bahkan keluar kelas ketika pelajaran berlangsung akan mempengaruhi prestasi belajar di sekolah. Sekolah selama ini hanya memberikan hukuman, skor, dan memarahi siswa tersebut, akan tetapi hal ini tidak berhasil masih saja ada yang tidak disiplin. Untuk menangani masalah tingkah laku tidak disiplin diperlukan pemahaman terhadap karakteristik siswa dan mereka membutuhkan layanan konseling secara individual.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan behavior therapy dengan teknik self management untuk meningkatkan kedisiplinan siswa SMP. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan konseling dengan teknik self menagement akan berpengaruh dalam pencapaian kedisiplinan siswa.

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi-Exsperimental Research) tanpa kelas kontrol. Penelitian menggunakan jenis desain eksperimen kasus tunggal (Single-Case Experimental Design). Dalam SCED meliputi 3 fase, yaitu fase A, fase treatment, dan fase A’. Dengan subjek siswa kelas VIII SMPN 4 Blitar dengan jumlah 6 siswa.

Berdasarkan hasil analisis data dari visual inspection pada saat sebelum perlakuan, perlakuan, dan sesudah perlakuan menunjukkan bahwa self management berpengaruh terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Hal ini tampak dari fase A ke fase A’. Masing-masing subyek menunjukkan adanya penurunan tingkah laku tidak disiplin dari fase A ke fase A’. Dari 6 subyek memilki peningkatan persentase perilaku disiplin diatas 50%.

Dari hasil penelitian ini, dapat disarankan agar (1) konselor dapat membantu siswa dalam menerapkan self management untuk meningkatkan kedisiplinan di sekolah, (2) peneliti selanjutnya dapat mengembangkan desain penelitian ini menjadi A-B-A’-B’ atau mengembangkan penelitian tentang strategi ini dengan penelitian tindakan kelas atau sejenisnya. Dengan kata lain setelah fase A’ perlu adanya fase B’.