SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA WARGA BELAJAR PENDIDIKAN KESETARAAN KEJAR PAKET C DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) KOTA MALANG

Astria Erawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Erawati, Astria. 2012. Identifikasi Kebutuhan Layanan Bimbingan dan Konseling pada Warga Belajar Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket C di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd

 

Kata Kunci: kebutuhan, layanan, bimbingan dan konseling, warga belajar, kejar paket C

 

Wilayah layanan bimbingan dan konseling merupakan bagian dari proses pendidikan yang tidak bisa diabaikan untuk mencapai perkembangan peserta didik yang optimal di semua jalur penyelenggara pendidikan, yaitu pendidikan formal, nonformal, dan informal. Belum adanya pelaksanaan bimbingan dan konseling di pendidikan kesetaraan yang merupakan bagian dari pendidikan non formal maka diperlukan identifikasi terhadap kebutuhan warga belajar di pendidikan kesetaraan mengenai layanan bimbingan dan konseling.

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang kebutuhan layanan bimbingan dan konseling warga belajar pendidikan kesetaraan kejar paket C di SKB Kota Malang. Secara khusus bertujuan untuk memperoleh gambaran kebutuhan warga belajar terhadap layanan dasar, layanan responsif dan layanan perencanaan individual.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah seluruh warga belajar pendidikan kesetaraan kejar paket C di SKB Kota Malang yang berjumlah 102 warga belajar, mulai dari kelas 1, 2, dan 3. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan mengambil sampel sebesar 40% dari jumlah populasi, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 40 responden. Instrumen yang digunakan dalam memperoleh data berupa angket dengan teknik analisis data persentase.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data yang menunjukkan 77.5% atau sejumlah 31 warga belajar pendidikan kesetaraan kejar paket C di SKB Kota Malang memiliki kebutuhan terhadap layanan bimbingan dan konseling secara umum, 82.5% warga belajar atau 33 warga belajar sangat membutuhkan layanan dasar, 65% warga belajar atau 26 warga belajar membutuhkan layanan responsif dan 77.5% warga belajar atau 31 warga belajar sangat membutuhkan layanan perencanaan individual.

Dari hasil analisis data, diperoleh simpulan hasil penelitian yaitu 1) secara umum banyak warga belajar pendidikan kesetaraan kejar paket C di SKB Kota Malang yang memiliki kebutuhan akan layanan bimbingan dan konseling, 2) warga belajar sangat membutuhkan layanan dasar, 3) warga belajar membutuhkan layanan responsif bimbingan dan konseling, 4) Sebagian besar warga belajar sangat membutuhkan layanan perencanaan individual bimbingan dan konseling.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan: 1) bagi Jurusan BK UM hendaknya lebih mensosialisasikan bimbingan dan konseling di dunia pendidikan nonformal kepada mahasiswa, selain itu juga dapat mengembangkan model-model bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar di pendidikan nonformal pada umumnya, 2) bagi pihak SKB Kota Malang sebaiknya memperhatikan kebutuhan kebutuhan warga belajarnya, terlebih mengenai kebutuhan akan layanan bimbingan dan konseling, 3) bagi Dinas Pendidikan hendaknya dapat mempertimbangkan penyelenggaraan bimbingan dan konseling untuk warga belajar di pendidikan kesetaraan dan menyediakan konselor di pendidikan kesetaraan, 4) bagi peneliti selanjutnya sebaiknya dapat melakukan penelitian guna menindak lanjuti kebutuhan warga belajar akan layanan bimbingan dan konseling di pendidikan kesetaraan.