SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI FENOMENOLOGIS TENTANG STRES SEKOLAH PADA SISWA SMA NEGERI 1 PURI MOJOKERTO

BTARI INDRA SAVITRI

Abstrak


ABSTRAK

 

Savitri, Btari Indra. 2012. Studi Fenomenologis Tentang Stres Sekolah Pada Siswa SMA Negeri 1 Puri Mojokerto. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. M. Ramli, M.A, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.

 

Kata Kunci : stres sekolah, siswa SMA

 

Sekolah merupakan rumah kedua bagi anak setelah keluarga dan sekolah. Sekolah tersebut mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan dan perkembangan para siswa. Sekolah dipandang dapat memenuhi beberapa kebutuhan siswa dan menentukan kualitas kehidupan mereka di masa depan. Namun, pada saat yang sama sekolah ternyata juga dapat menjadi sumber masalah, yang pada gilirannya memicu terjadinya stres di kalangan siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang jelas dan rinci mengenai: (a) makna stres sekolah bagi siswa; (b) ciri-ciri siswa yang mengalami stres sekolah; (c) gambaran umum penyebab timbulnya stres sekolah pada diri siswa; (d) dampak stres sekolah bagi diri siswa; dan (e) cara siswa menghadapi stres sekolah. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman arti suatu peristiwa dan keterkaitannya dengan siswa yang mengalami stres sekolah.  

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah fenomenologi karena penelitian yang dilakukan berusaha memahami arti peristiwa mengenai stres sekolah dan kaitan-kaitannya terhadap siswa yang berada di dalam situasi-situasi stres sekolah di SMA Negeri 1 Puri Mojokerto. Lokasi penelitian ini terletak di Jalan Jayanegara nomer 2 kabupaten Mojokerto. Peneliti berperan sebagai instrumen kunci, dengan subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Puri Mojokerto. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Mengacu pada pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian, dipilihlah teknik sampling, yaitu snowball sampling. Analisis data terdiri dari tiga tahap, yaitu mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan lima cara, yaitu: (a) perpanjangan pengamatan; (b) meningkatkan ketekunan; (c) triangulasi yang digunakan adalah triangulasi teknik; (d) menggunakan bahan referensi; serta (e) kepastian (confirmability). Tahap-tahap penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para siswa memaknai stres sekolah sebagai suatu keadaan atau kondisi dimana mereka mengalami tekanan di sekolah yang disebabkan karena tugas yang tidak sesuai dengan kapasitasnya, bermasalah dengan teman, dan bosan terhadap pelajaran. Ciri-ciri yang siswa alami ketika merasa stres adalah tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar, resah atau tidak tenang, sering marah-marah, merasa pusing ketika berpikir, murung atau diam dan suka melamun. Penyebab umum timbulnya stres sekolah yang dialami para siswa antara lain: cara guru dalam mengajar, tugas-tugas yang tidak sesuai dengan kapasitasnya, sering diberikan ulangan, ejekan teman karena nilai ulangan yang rendah serta pelajaran yang dianggap membosankan dan susah. Dampak yang siswa alami ketika mengalami stres sekolah adalah tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar, nilai pelajaran jadi menurun atau rendah, serta malas untuk bersekolah. Ada berbagai macam cara yang dilakukan para siswa dalam mengatasi stres sekolah yang mereka alami, seperti ber-sms-an, facebook atau twitter, bercanda dengan teman, menghibur diri dengan jalan-jalan keliling sekolah, mendengarkan musik dan bahkan pergi ke kantin atau koperasi siswa (kopsis) yang ada di sekolah.

Berdasarkan temuan-temuan penelitian, disarankan beberapa hal untuk konselor di sekolah, sekolah SMA Negeri 1 Puri, jurusan BK, dan peneliti. Konselor di sekolah disarankan untuk dapat mengetahui dan memahami gejala-gejala yang timbul pada diri siswa yang mengalami stres ketika berada di kelas serta dapat memberikan layanan BK yang sesuai. Untuk sekolah SMA Negeri 1 Puri disarankan perlu diberikannya pelayanan bimbingan dan konseling bagi para siswa yang mengalami stres sekolah serta perlu diberikan pelatihan bagi para guru dalam pemberian metode pembelajaran. Untuk jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) disarankan untuk dapat menginformasikan hasil penelitian ini kepada mahasiswa agar mahasiswa mampu untuk lebih peka terhadap siswa yang mengalami stres sekolah dan dapat memberikan pelayanan-pelayanan BK sesuai dengan stres yang siswa alami. Untuk peneliti selanjutnya agar lebih fokus meneliti aspek-aspek lain yang berkaitan dengan stres sekolah, terutama tindakan konselor dalam pencegahan dan pengatasan siswa yang mengalami stres sekolah agar dapat memperkecil terjadinya stres di sekolah.