SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perilaku “Nyethe” Dikalangan Pelajar SMA di Kabupaten Tulungagung

Hesti Rahayu

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahayu, Hesti. 2012. Perilaku “Nyethe” Dikalangan Pelajar SMA di Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd, (II) Drs. H. Widada, M.Si.

 

Kata Kunci: perilaku nyethe, pelajar SMA, fenomenologis

 

Warung kopi merupakan salah satu tempat favorit yang digunakan oleh para pelajar sebagai ajang tempat membolos dan hanya buang-buang waktu (wasting time) di Kabupaten Tulungagung. Ada banyak kegiatan yang mereka lakukan di warung kopi salah satunya adalah kegiatan nyethe. Nyethe merupakan seni melukis atau membatik pada batang rokok dengan menggunakan endapan kopi atau biasa disebut dengan cethe. Seiring dengan perkembangan kreativitas para pecinta nyethe, kegiatan ini telah berkembang menjadi produk kreativitas yang lebih memiliki nilai guna dan nilai jual yang dikenal dengan istilah cethe merchandise. Untuk mengatasi siswa yang hanya membolos dan buang-buang waktu (wasting time) di warung kopi, padahal disisi lain siswa tersebut memiliki kreativitas seni melukis atau membatik yang tinggi, dapat diarahkan pada kegiatan yang lebih positif guna mengembangkan kreativitasnya. Dengan demikian potensi nyethe yang tidak tergarap dapat diarahkan pada kegiatan pengganti seperti kegiatan ekstrakulikuler. 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Lokasi penelitian adalah Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Subjek penelitian adalah empat orang remaja SMA yang memiliki hobi nyethe di warung kopi. Informan lain adalah budhe subjek, pemilik warung kopi, dua orang pengunjung warung kopi dan dua pemuda yang memiliki hobi nyethe. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Snowball Sampling. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan menggunakan teknik trianggulasi yaitu trianggulasi metode, trianggulasi peneliti, trianggulasi sumber dan trianggulasi situasi.

Hasil temuan dapat disimpulkan bahwa: 1) Subjek pelaku kegiatan nyethe, memiliki sikap “biasa” saat berkumpul dengan teman-temannya dan para pengunjung lain di warung kopi, 2) Masa remaja merupakan masa yang ditandai dengan berkembangnya sikap komformity, yaitu kecenderungan untuk meniru, mengikuti opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran, atau keinginan orang lain, 3) Kohesifitas antar teman satu kelompok nampaknya sangat erat, saling mempengaruhi dan saling memiliki ketergantungan, 4) Kretivitas kegiatan nyethe dapat dikembangkan menjadi produk seni yang memiliki nilai jual, yang lebih dikenal dengan istilah cethe merchandise, 5) Subjek penikmat kopi dan cethe belum memiliki gambaran tentang jenis pekerjaan yang akan mereka ambil kelak. Mereka masih bingung dan belum mau memikirkan hal tersebut, 6) Namun dari hasil wawancara juga dapat dimaknai bahwa subjek sebenarnya menginginkan pekerjaan yang menyenangkan sesuai dengan minatnya, dan 7) Faktanya belum ada kegiatan pengganti guna pengembangan seni dan kreativitas nyethe di sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian ini maka diajukan beberapa saran. Saran ditujukan kepada: 1) Konselor di sekolah diharapkan  menyediakan layanan informasi mengenai jenis-jenis pekerjaan, serta bekerjasama dengan guru kesenian untuk mengembangkan kreativitas di bidang seni melukis, seperti kegiatan ekstrakulikuler yang berkaitan dengan bidang seni membatik atau melukis. Peran konselor terhadap lembaga atau masyarakat yaitu memberikan saran bahwa kreativitas nyethe dapat dituangkan misalnya pada media kain sebagai wujud penyaluran potensi, 2) Masyarakat setempat, diharapkan mewadahi kreativitas kegiatan nyethe bagi remaja penggemar kegiatan nyethe seperti kelompok karang taruna, guna menghasilkan produk kreativitas seperti yang sudah ada saat ini yaitu cethe merchandise, sehingga kegiatan ini juga tidak dianggap sebagai kegiatan yang hanya buang-buang waktu saja (wasting time), 3) PEMKAB Tulungagung, diharapkan pemerintah kabupaten Tulungagung lebih peka terhadap seni dan kreativitas kegiatan nyethe pada siswa penggemar nyethe, dan menyediakan sarana yang tepat bagi mereka dalam pengembangannya, 4) Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan kajian bagi peneliti lain yang akan meneliti tetang bakat dan kreativitas siswa penggemar kegiatan nyethe dengan aspek kreativitas yang berbeda seperti bentuk produk dan media yang berbeda dengan produk yang telah ada saat ini.