SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kecerdasan Emosional dan Motivasi Berprestasi dengan Prestasi Kerja pada Anggota Reserse di Kepolisian.

Nurita Febriyanti Surya

Abstrak


Prestasi kerja yang didapat seseorang berkaitan erat dengan kemampuan yang dimiliki oleh individu tersebut. Kemampuan anggota reserse adalah kemampuan mengungkap suatu tindak kejahatan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Kecerdasan emosional yaitu serangkaian kecakapan yang dimiliki seseorang dalam menggunakan emosinya yang meliputi kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial. Selain itu motivasi berprestasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi kerja individu. Sehingga dapat dikatakan bahwa prestasi kerja berhubungan dengan kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi  yang dimiliki masing-masing individu.

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :  (1) gambaran kecerdasan emosional  anggota reserse di Kepolisian (2) gambaran motivasi berprestasi anggota reserse di Kepolisian (3) gambaran prestasi kerja anggota reserse di kepolisian (4) hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi kerja pada anggota reserse di kepolisian (5) hubungan motivasi berprestasi dengan prestasi kerja anggota reserse di kepolisian (6) hubungan kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi dengan prestasi kerja anggota reserse di Kepolisian.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan subyek penelitian seluruh anggota reserse Polres Pamekasan yang berjumlah 52 anggota.  Instrumen yang digunakan yaitu skala kecerdasan emosional, skala motivasi berprestasi dengan model skala Likert, dan dokumentasi data penilaian prestasi kerja Kepolisian Polres Pamekasan. Analisis data yang digunakan terdiri dari  analisis deskriptif, dan analisis korelasi Product Moment, dan analisis regresi linear berganda.

Hasil penelitian menunjukkan anggota yang memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi sekali sebanyak 6 orang (11,8%), anggota yang memiliki kecerdasan emosioanl tinggi sebanyak 4 orang (7,8%), anggota yang memiliki tingkat kecerdasan emosional sedang sebanyak 23 orang (45,1%), anggota yang memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah sebanyak 17 orang (33,3%) dan anggota yang memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah sekali hanya 1 orang (2%). Anggota dengan tingkat motivasi  berprestasi tinggi sekali sebanyak 4 orang (7,8%), anggota dengan tingkat motivasi berprestasi tinggi dan sedang sama-sama sebanyak 14 orang (27,5%), anggota dengan tingkat motivasi berprestasi rendah sebanyak 19 orang (37,3%) dan tidak satupun anggota yang memiliki tingkat motivasi berprestasi yang rendah sekali. Selain itu, ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan prestasi kerja r = 0,431 (p=0,002 < 0,005) serta antara motivasi berprestasi dengan prestasi kerja r = 0,293 (p=0,037 < 0,005). Selain itu, uji regresi linear berganda kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi R= 0,431 dan F hitung sebesar 5,482 ( p = 0,00 < 0,05), menunjukkan ada hubungan dan signifikan antara kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi dengan prestasi kerja

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah: 1) Bagi anggota reserse diharapkan untuk dapat meningkatkan kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi 2) Bagi Kepala Satuan Reserse, diharapkan sebagai pimpinan dapat menjadi motivator kepada bawahannya dengan harapan para anggota semakin merasa semangat dalam menjalankan tugas. (3) Bagi lembaga kepolisian, Dapat menjadikan pertimbangan para pemimpin di Kepolisian untuk memberikan pelatihan kecerdasan emosional guna memberikan wawasan tentang penngelolaan emosi yang baik. (4) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian tentang kecerdasan emosional, moitvasi berprestasi, dan prestasi kerja dengan metode pengumpulan data  yang berbeda. Misalnya dengan menggunakan metode kuesioner, observasi maupun wawancara.