SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perilaku Seks dan Kehamilan Pranikah Remaja (Studi Fenomenologis)

Diah Megawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Megawati, Diah. 2012. Perilaku Seks dan Kehamilan Pranikah Remaja (Studi Fenomenologis). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Hidayah, M.Pd (II) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd

 

Kata Kunci: perilaku seks, kehamilan pranikah remaja, fenomenologis

 

Masa remaja merupakan masa untuk mencari jati diri. Remaja yang sedang dalam masa pubertas atau yang akan memasuki masa puber lebih dipengaruhi oleh libido atau kematangan seksual yang sedang memuncak. Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Bagi sebagian remaja, seks pranikah dianggap suatu hal yang wajar seiring dengan perubahan zaman saat ini, sehingga dipersepsikan sebagai gaya hidup yang dapat dikonsumsi oleh siapa pun. Bagi mereka yang awalnya hanya mencoba-coba melakukan hubungan atau kontak seksual, cenderung ketagihan dan akan melakukan lagi, sebab mereka telah mendapatkan kenikmatan dari hubungan terlarang ini. Hal yang paling menonjol dan nyata dari kasus ini adalah meningkatnya angka kehamilan pranikah yang tidak diinginkan oleh pasangan remaja yang pernah melakukan hubungan seksual.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas dan rinci mengenai fenomena di lapangan tentang: (1) pemaknaan perilaku seks pranikah bagi remaja, dan (2) pemaknaan kehamilan pranikah bagi remaja. Fenomena atau kasus tersebut akhir-akhir ini marak terjadi pada kehidupan remaja.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Rancangan atau desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah desain penelitian fenomenologis. Pendekatan kualitatif dipilih oleh peneliti untuk memperoleh data mengenai fenomena remaja yang terkait dengan pemaknaan perilaku seks pranikah bagi remaja dan pemaknaan kehamilan pranikah bagi remaja. Sumber data penelitian terdiri dari tiga informan yaitu subyek penelitian sebagai sumber primer, saudara kandung laki-laki subyek penelitian sebagai sumber sekunder, dan teman subyek penelitian sebagai sumber tersier. Sumber data dalam penelitian kualitatif ini menggunakan teknik bola salju (snowball sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan catatan lapangan.

Subyek penelitian dalam kasus ini bernama Mawar. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap Mawar, diperoleh hasil penelitian bahwa kegiatan subyek penelitian pada kesehariannya sering nongkrong dengan pacar dan teman-temannya di alun-alun, berboncengan, dan makan ramai-ramai. Subyek penelitian menyukai kehidupan atau pergaulan yang bebas sehingga dia cenderung mudah terpengaruh oleh ajakan pacar atau teman-temannya. Sedangkan di rumah, orang tua memberikan kebebasan bergaul dengan semua orang kepada subyek penelitian. Orang tua juga tidak menanamkan aturan-aturan yang berlaku di rumah yang dapat membuat pergaulan subyek penelitian menjadi terkontrol. Orang tua kurang perhatian kepada subyek penelitian sehingga membuat dia akhirnya terjerumus ke dalam dunia seks pranikah, bahkan sampai mengalami kehamilan pranikah. Perilaku seksual subyek penelitian berawal dari ciuman yang dilakukan setiap kali bertemu dengan pacar. Hal ini membuat subyek penelitian menjadi terdorong untuk mempraktikkan hubungan seksual pranikah. Selain itu, adanya kesempatan juga turut menjadi faktor pendukung bagi subyek penelitian dan pacarnya dalam melancarkan aksi ini. Sekedar mencoba-coba mempraktikkan, subyek penelitian akhirnya menjadi ketagihan untuk berhubungan badan. Perilaku seks pranikah dimaknai oleh subyek penelitian sebagai wujud rasa cinta kepada pacarnya. Perilaku seks pranikah ini dilakukan atas dasar suka sama suka, sehingga tidak ada unsur paksaan, agar dapat menimbulkan kenikmatan ketika berhubungan badan.

Subyek penelitian pernah melakukan making love dengan dua orang laki-laki lain yang berbeda, di waktu yang berbeda pula. Kehamilan pranikah sudah dua kali menimpa subyek penelitian. Subyek penelitian menyesal, takut, dan bingung, sampai membuat subyek penelitian pasrah dengan kehamilan yang menimpa dirinya. Sebab, dia hanya menginginkan adanya tanggung jawab atas janin yang dikandungnya.Kehamilan pranikah yang dialami oleh subyek penelitian dimaknai sebagai ujian hidup yang harus dia terima dan harus dijalani.

Berdasarkan temuan penelitian di atas, maka disarankan kepada para remaja agar lebih berhati-hati dalam bergaul. Remaja sebaiknya dapat selektif dalam memilih dan memilah teman. Kepada para orang tua, diharapkan agar orang tua dapat menerapkan aturan yang berlaku di rumah. Aturan ini dapat dijadikan sebagai bentuk kepedulian dan kontrol perilaku terhadap pergaulan anak. Untuk konselor, agar lebih intensif dalam memberikan layanan informasi tentang pendidikan seksualitas yang benar kepada siswa. Upaya pemahaman, pencegahan, dan perbaikan dapat menyelamatkan siswa dari pergaulan yang semakin bebas dan kurang kontrol. Agar lebih menarik, konselor dapat mengemas materi seksualitas dalam bentuk media, misalnya saja menggunakan media buku saku. Selain itu, antara konselor dan pihak sekolah dapat bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka menyelenggarakan seminar atau workshop kepada siswa tentang pendidikan seksualitas.