SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Layanan Pemahaman Kepribadian dengan Media Kartu Kwarted

Catur Rika Aguspratiwi

Abstrak


ABSTRAK

 

Aguspratiwi, Catur Rika. 2012. Pengembangan Model Layanan Pemahaman Kepribadian dengan Media Kartu Kwarted. Skripsi, Jurusan  Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Drs. H. Widada, M.Si

 

Kata kunci : Pemahaman kepribadian, permainan kartu kwarted, bimbingan karier.

 

Dewasa ini, seringkali ditemui permasalahan yang ada di sekolah menengah atas maupun di sekolah menengah kejuruan, yaitu banyaknya siswa yang pindah jurusan karena merasa jurusan yang ia pilih, tidak sesuai dengan minatnya. Seperti hasil wawancara dengan salah seorang konselor di SMKN Malang, menjelaskan bahwa dalam setiap tahunnya ada sekitar 2-3 anak pada setiap jurusan yang memutuskan untuk pindah jurusan, dan hasil wawancara dengan siswa SMA 1 Ponorogo yang menyatakan ada 2 temannya yang juga pindah jurusan, hal ini karena jurusan yang dipilih sebelumnya tidak sesuai dengan keinginan anak tersebut. Permasalahan ini menunjukkan bahwa siswa SMP masih belum paham akan kepribadiannya, sehingga tidak dapat memilih sekolah lanjutan maupun jurusan pada sekolah lanjutan yang sesuai dengan minatnya. Berdasarkan uraian tersebut, maka diperlukan adanya suatu model layanan pemahaman kepribadian untuk membantu siswa dalam memahami kepribadiannya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model layanan pemahaman kepribadian dengan media kartu kwarted yang dapat berterima baik secara teoritik maupun praktik. Model layanan ini dapat digunakan konselor untuk membantu siswa dalam memahami tipe kepribadiannya sehingga siswa dapat merencanakan kariernya dengan tepat. Selain itu juga, agar mempermudah konselor sekolah dalam membantu konseli memahami kepribadiannya dengan cara yang menyenangkan yaitu melalui permainan kartu kwarted.

Design model penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi dari design Borg dan Gall. Langkah-langkah yang dilakukan, yaitu ; 1) penelitian awal (need assesment), 2) perencanaan berupa penyusunan langkah-langkah dan rancangan produk, 3) pengembangan produk awal hingga evaluasi dari para ahli, 4) melakukan uji coba kelompok kecil, dan 5) merevisi hasil uji coba. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dengan prosentase.

Hasil penilaian dari para ahli, menunjukkan bahwa produk model layanan pemahaman kepribadian dengan media kartu kwarted ini dapat berterima baik secara teoritik. Hal ini didukung dengan rata-rata penilaian dari para ahli pada setiap aspek, yaitu sebesar 87% pada aspek kegunaan, 91% pada aspek ketepatan, 85% pada aspek kemudahan, 88% pada aspek kemenarikan, 81% pada aspek keefektifan, dan 86% pada aspek kejelasan. Adapun rata-rata prosentase keseluruhannya yaitu sebesar 86%. Sedangkan hasil penilaian dari uji coba, menunjukkan bahwa produk model layanan pemahaman kepribadian dengan media kartu kwarted ini dapat berterima baik secara praktik. Hal ini didukung dengan rata-rata penilaian dari uji coba kelompok kecil yang mendapatkan prosentase sebesar 81,2%. Kedua penilaian ini menunjukkan bahwa produk pengembangan ini dapat diterima baik secara teori maupun secara praktik. Namun demikian, produk ini tetap melewati penyempurnaan produk (revisi). Setelah melakukan penyempurnaan produk maka model layanan ini dapat dijadikan konselor sebagai salah satu alternatif dalam pemberian layanan pemahaman kepribadian, yang mudah dan menarik serta dapat membuat siswa senang dalam memahami kepribadiannya.

Saran yang dapat disampaikan terkait penelitian ini untuk pemanfaatan yaitu, layanan diberikan pada siswa kelas VIII. Saran untuk penyebarluasan yaitu hendaknya dievaluasi kembali, khususnya terkait dengan waktu pelaksanaan. Sedangkan saran untuk pengembangan lebih lanjut, diharapkan dapat melakukan uji coba dengan berbagai prosedur (2 kali pertemuan maupun seluruh siswa bermain kartu kwarted, tanpa ada yang menjadi observer), dalam proses evaluasi yang bisa dilakukan dengan 2 cara, yakni tulis dan lisan, sebaiknya dilakukan dengan cara tulis, yaitu siswa menulis pada lembar evaluasi, melakukan uji kelompok besar dan pengkajian untuk mengetahui keefektifan dengan penelitian tindakan.