SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Alat Penilaian Kinerja Konselor (Pengujian Validitas, Reliabilitas, dan Penormaan)

Rizki Kurniasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniasari, Rizki. 2012. Pengembangan Alat Penilaian Kinerja Konselor (Pengujian Validitas, Reliabilitas, dan Penormaan). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd., (II) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd.

 

Kata Kunci: Pengembangan, Alat Penilaian, Kinerja Konselor

 

Konselor merupakan salah satu tenaga profesional yang bergerak dalam bidang bimbingan dan konseling. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 6, konselor adalah pendidik, profesi yang mempunyai tugas, fungsi dan peran penting. Sebagai salah satu pendidik, konselor yang profesional diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian. Oleh sebab itu, profesi konselor perlu dikembangkan secara terus menerus dan proposional menurut jabatan fungsional konselor. Agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional konselor dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku, maka diperlukan penilaian kinerja konselor yang menjamin terjadinya proses pelayanan bimbingan dan konseling yang berkualitas disemua jenjang pendidikan

Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan sebuah alat penilaian untuk mengukur kinerja konselor yang memenuhi standar alat ukur meliputi validitas, reliabilitas, dan penormaan yang memadai.

Prosedur pengembangan alat penilaian kinerja konselor ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari Borg and Gall (1983) yaitu (1) need assessment, (2) penyusunan produk awal, (3) uji coba produk. Populasi pengembangan adalah konselor SMA dan SMP Negeri Se-Kota Malang. Sampel pengembangan diambil secara cluster random sampling sebanyak 32 orang konselor. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan draft II alat penilaian kinerja konselor. Analisis data dilakukan dengan uji validitas menggunakan korelasi Product Moment Pearson, uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach, dan penormaan.

Dari tabel Correlation dapat diketahui bahwa 16 pernyataan kompetensi pedagogik, 39 pernyataan kompetensi kepribadian, 80 pernyataan kompetensi profesional, dan 11 pernyataan kompetensi sosial dinyatakan valid, sedangkan dua pernyataan lainnya dari kompetensi profesional dinyatakan tidak valid. Pernyataan valid karena nilai Pearson Correlation untuk masing-masing item pernyataan bernilai lebih dari r tabel yaitu r = 0,349. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa indeks koefisien reliabilitas sub kompetensi pedagogik memperoleh α = 0,900, sub kompetensi kepribadian memperoleh α = 0,960, sub kompetensi profesional memperoleh α =0,987, serta sub kompetensi pedagogik memperoleh α = 0,904. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan menunjukkan bahwa alat penilaian kinerja konselor ini memenuhi standart alat ukur meliputi validitas, reliabilitas, dan penormaan yang memadai.

Saran pengembangan alat penilaian ini adalah untuk menjadikan alat penilaian ini sebagai alat penilaian baku untuk menilai atau mengevaluasi tingkat kemampuan konselor dalam menerapkan atau melaksanakan kompetensi profesional konselor. Saran untuk penulis selanjutnya adalah untuk melakukan uji coba lapangan dengan sampel yang lebih luas pada tingkat Kabupaten atau Kodya Malang mulai dari konselor SMP/MTs, SMA/MA dan SMK. Selain itu juga perlu dipersiapkan pengadministrasian dari alat penilaian kinerja konselor ini.