SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERSEPSI SISWA TERHADAP ATRAKSI INTERPERSONAL KONSELOR DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SE-KOTA MALANG

Yusnia Eka Kurniawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniawati, Yusnia Eka. 2012. Persepsi Siswa terhadap Atraksi Interpersonal Konselor di Madrasah Aliyah Negeri se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd.

 

Kata Kunci: persepsi, atraksi interpersonal, konselor

 

Atraksi interpersonal merupakan sikap positif, daya tarik yang mendorong seseorang untuk menyukai orang lain. Sikap positif yang dimiliki oleh seseorang mendorong orang lain untuk menyukainya dan melihat segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang sebagai suatu hal yang menyenangkan. Dengan kata lain, atraksi interpersonal konselor adalah daya tarik yang ada dalam diri konselor yang mendorong siswa untuk menyukai konselor sehingga layanan bimbingan dan konseling yang diberikan konselor dapat berjalan dengan lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat atraksi interpersonal konselor di MAN se-Kota Malang serta aspek-aspek yang menjadi daya tarik konselor.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian yaitu siswa Madrasah Aliyah Negeri se-Kota Malang. Sampel penelitian terdiri dari 4 kelas yaitu kelas XI BAHASA dan XI IPS 2 di MAN Malang 1 serta XI IPA 1 dan XI IPA 3 di MAN 3 Malang. Instrumen pengumpulan data adalah skala penilaian atraksi interpersonal konselor. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif.

Kesimpulan penelitian ini adalah sangat banyak siswa (81,3%) mempersepsi tingkat atraksi interpersonal konselor sangat tinggi. Sebagian besar siswa (77%) mempunyai tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap konselor karena aspek kompetensi, sebagian besar siswa (66,2%) mempunyai tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap konselor karena aspek daya tarik fisik, sebagian siswa (59,7%) mempunyai tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap konselor karena kondisi spiritual konselor, sebagian siswa (58,3%) mempunyai tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap konselor karena aspek sikap, sebagian siswa (58,3%) mempunyai tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap konselor karena keakraban yang ditunjukkan konselor, sedikit siswa (23,7%) mempunyai tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap konselor karena aspek ganjaran. Dengan demikian, aspek yang menjadi daya tarik utama konselor adalah aspek kompetensi/kemampuan konselor dikarenakan aspek tersebut meraih persentase terbesar yaitu 77%.

Berdasarkan hasil penelitian, konselor hendaknya meningkatkan kompetensi/kemampuan agar siswa tertarik untuk mengakses layanan bimbingan dan konseling. Selain itu, konselor juga harus terus-menerus introspeksi diri tentang derajat atraksi interpersonal yang ada pada dirinya. Penelitian ini hendaknya dapat dijadikan bahan referensi dan bahan pengembangan profesionalitas calon konselor pada Jurusan Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini hendaknya juga dapat dijadikan masukan bagi peneliti lanjut yang tertarik meneliti atraksi interpersonal konselor untuk menggunakan rancangan penelitian yang lainnya seperti rancangan penelitian kualitatif maupun pengembangan.