SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PAKET PELATIHAN EFIKASI DIRI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

Ria Wahyu Sayekti

Abstrak


ABSTRAK

 

Sayekti, Ria Wahyu. 2012. Pengembangan Paket Pelatihan Efikasi Diri untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa Sekolah Menengah Atas. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M. Pd, (II) Dr. Blasius Boli Lassan, M. Pd

 

Kata kunci: Pengembangan, paket pelatihan, efikasi diri, motivasi berprestasi.

 

Motivasi dianggap sebagai sesuatu yang terkait dengan kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan akan berprestasi, sehingga muncullah motivasi untuk berprestasi. Prestasi yang baik dapat memberikan kepuasan pribadi bagi remaja, namun ada perbedaan motivasi diantara para remaja untuk meraih prestasi tersebut. Pada dasarnya, rendahnya motivasi siswa untuk berprestasi karena individu yang bersangkutan kurang memiliki keyakinan terhadap dirinya sendiri yang disebut dengan self-efficacy. Orang yang mempunyai efikasi diri tinggi sering disebut sebagai orang optimis. Sebaliknya orang yang memiliki efikasi diri rendah sering disebut orang pesimis. Dikalangan siswa, tidak jarang masih dijumpai siswa yang merasa pesimis dengan dirinya sendiri. Berkaitan dengan itu, peneliti bermaksud mengembangkan sebuah paket pelatihan dalam mengenal efikasi diri siswa dengan tujuan agar siswa optimis dalam meraih prestasi yang lebih tinggi.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah paket pelatihan efikasi diri yang nantinya dapat digunakan konselor sebagai salah satu media bimbingan dalam kelas untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa. Paket pelatihan yang dihasilkan terdiri dari panduan pelatihan bagi siswa dan konselor.  

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang mengikuti model pengembangan Borg and Gall (1983). Tahap penelitian ini diawali dengan analisis kebutuhan, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket kebutuhan yang dilancarkan kepada siswa dan konselor. Dari hasil analisis kebutuhan kemudian dilakukan penyusunan prototype. Untuk menguji kelayakan dari prototype yang dihasilkan, dilakukan uji validasi kepada ahli materi (dosen BK) dan ahli bahasa (dosen bahasa), kemudian dilakukan revisi berdasarkan saran dan masukan dari ahli. Setelah revisi, tahap selanjutnya adalah uji coba calon pengguna, yaitu kepada konselor dan siswa melalui uji kelompok kecil. Dari hasil uji calon pengguna dilakukan revisi lagi hingga tercipta produk akhir berupa paket pelatihan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam uji validitas berupa angket skala penilaian serta lembar saran yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa setelah melalui uji validitas dan beberapa kali revisi, paket pelatihan efikasi diri untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa SMA, baik panduan pelatihan bagi siswa maupun konselor  memiliki keberterimaan yang baik secara teoritis dan praktis dilihat dari segi ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan. Melalui angket yang diberikan, ahli materi, ahli bahasa, serta calon pengguna mengungkapkan bahwa secara keseluruhan paket pelatihan efikasi diri untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa SMA memiliki kelayakan untuk digunakan sebagai salah satu media bimbingan di sekolah. Berdasarkan uji ahli materi, pada aspek ketepatan, kegunaan, kemenarikan dan kemudahan masing memperoleh skor sebesar 40; 36; 13 dan 27. Skor tersebut bila disesuaika dengan tabel kategori penggolongan skor, masing-masing skor tergolong pada kategori “tepat”, “berguna”, “menarik”, dan “mudah digunakan”. Berdasarkan uji ahli bahasa, pada aspek ketepatan kegunaan, kemenarikan dan kemudahan masing memperoleh skor sebesar 34; 27; 13 dan 26. Skor tersebut bila disesuaika dengan tabel kategori penggolongan skor, masing-masing skor tergolong pada kategori “tepat”, “sangat berguna”, “menarik”, dan “mudah digunakan”. Berdasarkan uji calon pengguna (konselor), penilaian dari 2 orang konselor dirata-rata sehingga diperoleh skor untuk masing-masing aspek adalah sebesar 43; 37; 16,5 dan 26,5. Skor tersebut bila disesuaikan dengan tabel kategori penggolongan skor maka masing-masing skor tersebut tergolong pada kategori “tepat”, “sangat berguna”, “menarik”, dan “mudah digunakan”. Hasil penilaian ini semakin menguatkan bahwa paket pelatihan efikasi diri untuk meningkatkan motivasi berprestasi sisiwa SMA ini layak digunakan sebagai salah satu media bimbingan di sekolah. 

Saran yang diberikan dalam hal ini yaitu berhubungan dengan pemanfaatan, Paket pelatihan ini dapat digunakan sebagai salah satu media bimbingan preventif, yaitu menghindarkan siswa dari ketidakberdayaan terhadap kemampuannya sendiri untuk berprestasi. Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan kelas skala besar. Selain itu, paket pelatihan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media bimbingan kuratif, yaitu sebagai bantuan kepada siswa yang memiliki efikasi diri dan motivasi berprestasi rendah untuk meningkatkan efikasi dan motivasi dirinya. Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan melalui konseling kelompok kepada siswa yang membutuhkan. Saran bagi penelitian selanjutnya yaitu pengembangan produk lebih lanjut dirasa sangat diperlukan, karena mungkin ada beberapa kekurangan yang luput dari perhatian pengembang. Dari pengembang sendiri, dirasa diperlukan adanya pengembangan instrumen dengan tingkat validitas tertentu untuk mengetahui efektivitas penggunaan paket pelatihan ini. Dengan adanya instrumen tersebut, akan sangat bermanfaat dalam mengukur keberhasilan dari sebuah pelatihan.