SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Paket Pelatihan Kedisiplinan Siswa SMP Brawijaya Smart School Melalui Pendidikan Berbasis Karakter

Nahla Nurafni Oktafia

Abstrak


ABSTRAK

 

Oktafia, Nahla Nurafni. 2012. Pengembangan Paket Pelatihan Kedisiplinan Siswa SMP Brawijaya Smart School Melalui Pendidikan Berbasis Karakter. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Widada, M.Si. (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.

 

Kata Kunci : Pengembangan, Paket Pelatihan, Kedisiplinan, Pendidikan    Berbasis Karakter

 

Bimbingan dan konseling merupakan salah satu pilar yang penting dalam mengembangkan atau mengaplikasikan pendidikan berbasis karakter. Dimana dalam hal layanannya sangat sarat dengan nilai-nilai moral dan agama. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan akhlak, moral, atau kepribadian peserta didik melalui penanaman karakter. Fase umur 12-14 tahun merupakan fase dimana siswa   lebih ingin menunjukkan jati diri dan ingin mencoba semuanya. Di masa ini siswa rentan bertindak menyalahi aturan karena mereka ingin mencoba sesuatu hal yang baru, sama halnya dengan siswa SMP Brawijaya Smart School. Di SMP BSS terdapat sekitar lebih dari 48% siswa yang mengalami masalah mengenai kedisiplinan. Seperti terlambat masuk kelas, terlambat mengumpulkan tugas, memakai seragam tidak sesuai dengan peraturan yang ada, tidak mentaati peraturan yang ada serta mencontek saat ujian berlangsung. Sebagian besar siswa mengalami ketidakdisiplinan dalam hal mengumpulkan tugas dan perilaku tidak tepat waktu.

Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan paket pelatihan kedisiplinan siswa dan panduan penggunaan untuk konselor yang dapat diterima dari segi teoritik dan praktis serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengembangan paket pelatihan kedisiplinan ini mengadopsi tahap-tahap penelitian dan pengembangan dari model Borg and Gall (1983). Sedangkan tahapan dalam penelitian ini meliputi : (1) analisis kebutuhan, (2) perumusan tujuan pelatihan, (3) penetapan prosedur pelatihan, (4) penyusunan prototype, (5) penyusunan alat evaluasi, (6) uji ahli materi dan uji ahli bahasa, dan (7) revisi. Uji validitas dilakukan oleh tiga subjek, yaitu ahli materi, ahli bahasa, calon pengguna produk (dalam hal ini konselor) serta uji kelompok kecil (26 orang siswa kelas VIII SMP). Uji validitas ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara teori dan praktis dalam hal kegunaan, ketepatan, dan kemenarikan. Instrumen yang digunakan dalam uji validitas ini berupa skala penilaian dan lembar saran. Hasil pengisian skala penilaian dan lembar saran ini dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.

Hasil analisis data validitas menunjukkan bahwa paket pelatihan kedisiplinan siswa dapat diterima dalam segi kegunaan, ketepatan, dan kemenarikan. Begitu juga dengan panduan penggunaan paket untuk konselor dapat diterima dalam segi kegunaan, ketepatan, dan kemenarikan.

Saran dari peneliti yang diberikan berhubungan dengan pemanfaatan (pengguna paket) yaitu konselor dapat menggunakan paket pelatihan ini untuk membantu siswa meningkatkan kedisiplinanya, dan guru mata pelajaran dapat menggunakan beberapa evaluasi atau refleksi yang ada didalam paket untuk kepentingan pembelajaran. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu: (1) perlu diadakan uji lapangan/kelompok besar, (2) perlu dibuat sejumlah instrument untuk mengukur peningkatan kedisiplinan siswa, dan (3) jika ingin menggunakan paket pelatihan kedisiplinan ini, hendaknya peneliti melakukan need assessment di tempat yang ingin diteliti.