SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWI DI KOTA MALANG

RIZKY AFRITANTYA

Abstrak


ABSTRAK

 

Afritantya, Rizky. 2012. Perilaku Merokok pada Mahasiswi di Kota Malang. Skipsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.,  (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.

 

Kata Kunci: Perilaku Merokok, Mahasiswi, Malang

 

Perilaku merokok setiap tahun mengalami peningkatan jumlah pelakunya. Bukan hanya laki-laki, melainkan juga dilakukan oleh perempuan. Saat ini tidak jarang dijumpai mahasiswi di kota Malang yang merokok di kafetaria. Umumnya mahasiswi-mahasiswi tersebut berasal dari luar kota yang tinggal di kost atau mengontrak rumah. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai perilaku merokok pada mahasiswi tersebut.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, mencakup motif perilaku merokok, proses pembentukan perilaku merokok, pola perilaku merokok, berbagai faktor penguat, berbagai dampak dari merokok, serta hal-hal lain yang bermakna yang dapat mempengaruhi hasil penelitian.

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Metode penggalian data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Prosedur analisis data menggunakan analisis domain. Lokasi penelitian berada di kontrakan dan beberapa kafetaria dengan teknik penjaringan sumber data menggunakan teknik bola salju. Untuk menguji keabsahan data, peneliti melakukan ketekunan pengamatan serta triangulasi sumber, triangulasi waktu, dan triangulasi teknik.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) Motif mahasiswi perokok adalah adanya keinginan dari dalam diri, sudah terbiasa dengan perilaku merokok, serta mahasiswi juga mendapatkan perasaan yang menyenangkan saat merokok, (2) Pembentukan perilaku merokok dimulai dari mengetahui rokok dari ayah dan media elektronik pada waktu kecil. Kemudian informan tertarik untuk mencoba rokok pada semester awal kuliah. Informan mulai aktif menghisap beberapa batang dalam sehari. Semakin lama intensitas merokoknya semakin meningkat hingga sekarang menjadi terbiasa merokok, (3) Informan sekarang bisa menghisap rokok serta mengeluarkan asapnya melalui mulut dan hidung. Sisa pembakaran rokok dibuang di asbak jika tersedia. Informan dapat digolongkan sebagai perokok ringan dan berpotensi menjadi perokok sedang. Rokok yang dihisap berjenis ringan seperti menthol, mild dan light (rokok putih). Informan lebih memilih merahasiakan perilaku merokoknya di depan orang tua, (4) Faktor yang memperkuat perilaku merokok mahasiswi adalah orang tua yang kurang mengawasi dan menjadi model perilaku merokok, lingkungan pergaulan yang juga perokok, perilaku merokok sudah dimaklumi masyarakat modern, serta rokok dapat menghilangkan rasa mual setelah makan, (5) Berbagai dampak negatif yang dirasakan informan berkenaan dengan kesehatan dan finansial, sedangkan dampak positifnya berkenaan dengan persahabatan, ketenangan dan keterbukaan pikiran dalam menilai orang lain, (6) Penemuan lain dalam penelitian ini adalah informan memahami dampak merokok, mahasisiwi informan yang merokok adalah kalangan menengah ke atas, mahasiswi informan menghargai keberadaan orang lain saat merokok namun kurang menyadari akan efek jangka panjang dari rokok untuk orang lain, informan khawatir perilaku merokoknya diketahui orang tua, mahasiswi perokok lebih senang menentukan masa depannya sendiri, serta hubungan percintaan dapat mempengaruhi perilaku merokok pada mahasiswi.

Saran dari penelitian ini adalah: (1) Bagi Jurusan Bimbingan Konseling, berkaitan dengan mata kuliah Konseling Multi Budaya, penelitian ini dapat dijadikan wacana terhadap perbedaan nilai-nilai yang dimiliki oleh mahasiswi saat ini, (2) Bagi Konselor Sekolah Menengah, diharapkan memberikan informasi yang bersifat preventif agar peserta didik tidak mudah terpengaruh terhadap lingkungan kelak, (3) Bagi Institusi di Perguruan Tinggi, untuk memberikan sosialisasi kepada mahasiswi terutama yang berasal dari luar kota mengenai perilaku merokok dan dampaknya, (4) Bagi Informan, untuk lebih bijak lagi dalam berperilaku, agar suatu saat tidak mengecewakan orang tua dan mengurangi dampak negatif yang diterima, (5) Bagi Penelitian Selanjutnya, diharapkan dapat memberikan informasi tentang bagaimana peran pasangan/pacar terhadap pembentukan perilaku pada perempuan dewasa.