SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Bibliokonseling untuk Meningkatkan Kesadaran Toleransi Siswa SMP

Nindya Kamaningtyas

Abstrak


ABSTRAK

 

Kamaningtyas, Nindya. 2012. Keefektifan Bibliokonseling untuk Meningkatkan Kesadaran Toleransi Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Dany M. Handarini, M.A., (2) Dr. Triyono, M.Pd

 

Kata kunci: toleransi,  bibliokonseling, cerita pendek, kesadaran toleransi

 

Toleransi adalah menahan diri, bersikap sabar, membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda. Rendahnya toleransi di kalangan siswa dapat menyebabkan adanya pelecehan antar siswa, pengintimidasian, perkelahian dan juga adanya kekerasan. Toleransi siswa dapat ditingkatkan melalui aplikasi teknik bibliokonseling. Bibliokonseling yang digunakan adalah cerita pendek yang dalam penerapannya memiliki beberapa tahap meliputi siswa diberikan waktu untuk membaca cerita pendek, diskusi refleksi isi cerita, refleksi diri, pengembangan komitmen, uji coba komitmen dan  refleksi pengalaman. Penggunaan bibliokonseling dapat memperluas wawasan siswa mengenai keanekaragaman nilai-nilai yang dianggap berharga untuk membangun aspek-aspek kemanusiaan yang mengarah pada kepedulian, belas kasihan, empati, dan menerima adanya perbedaan.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan bibliokonseling untuk meningkatkan kesadaran toleransi siswa SMP dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu jenis pretest posttest one group design. Subjek penelitian berjumlah sepuluh orang siswa SMP yang memiliki kriteria toleransi rendah yang diukur dengan menggunakan skala toleransi siswa SMP. Pemberian treatment dengan menggunakan bibliokonseling berupa cerita pendek dilakukan dalam sebelas kali pertemuan yang diawali dengan kegiatan ice breaking pada pertemuan pertama. Sedangkan untuk sepuluh kali pertemuan selanjutnya diberikan satu cerita pendek setiap pertemuan untuk direfleksi.

Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala toleransi siswa SMP yang diberikan pada awal dan akhir perlakuan. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik nonparametrik uji wilcoxon dan berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa bibliokonseling dengan menggunakan cerita pendek efektif untuk meningkatkan toleransi siswa SMP. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan skor pada postes di akhir pertemuan. Oleh sebab itu, maka diajukan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: (1) aplikasi teknik bibliokonseling dengan menggunakan cerita pendek hendaknya diperhatikan apakah tema cerita sesuai dengan tingkat kemampuan membaca dan usia siswa, tulisan harus menarik serta melatih siswa untuk berfikir, merasakan dan mengartikan makna yang bisa diambil dari cerita, dan alur kisah tidak terlalu rumit sehingga siswa memperoleh wawasan tentang keanekaragaman nilai-nilai yang dianggap berharga bagi manusia, serta (2) peneliti selanjutnya dapat menggunakan kelompok kontrol atau jenis penelitian time series.