SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Teknik Model Simbolik Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Diri Siswa Kelas X SMAN 1 Pule Kabupaten Trenggalek

Lilis Dwi Astuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Astuti, Lilis Dwi. 2012. Keefektifan Teknik Model Simbolik Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Diri Siswa Kelas X SMAN 1 Pule Kabupaten Trenggalek. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan M.Pd. (II) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd

 

Kata Kunci: Remaja, Pemahaman Diri, Teknik Model Simbolik

 

Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak hingga masa awal dewasa yaitu usia 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Mereka belum memiliki pegangan dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Dengan mengamati remaja mudah menirukan lingkungannya tanpa melihat kemampuan yang dimiliki. Sedangkan untuk dapat mencapai tugas perkembangannya, remaja diharapkan mampu mengoptimalkan diri sesuai dengan keadaan dirinya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Oleh karena itu diperlukan pemahaman diri remaja agar terdapat kesesuaian antara kemampuan dan kemauan. Dari fenomena bahwa dengan mengamati remaja mudah menirukan lingkungannya, maka peneliti memilih teknik model simbolik berupa film sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman diri siswa kelas X SMAN 1 Pule.

Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan bentuk penelitian One Group Pre-test Post-test Design. Sampel diambil dengan teknik sampel bertujuan (purposive sampling) untuk mengetahui siswa yang memiliki pemahaman diri rendah. Dari seleksi 2 kelas yaitu kelas X-A dan X-B diperoleh 8 subjek penelitian yang memiliki pemahaman diri rendah. Data tingkat pemahaman diri siswa diperoleh dari subjek penelitian melalui skala pemahaman diri. Setelah itu subjek penelitian diberikan treatment sebanyak 4 kali pertemuan, pertemuan pertama dan ketiga diberikan film berdurasi pendek dan kegiatan refleksi selama 45 menit sedangkan  pertemuan kedua diberikan potongan film documenter dan pertemuan keempat diberikan tayangan berupa potongan film inspiratif serta kegiatan refleksi selama 2x45 menit. Setelah treatment berakhir, subyek penelitian diberikan posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic nonparametrik dengan uji Wilcoxon menggunakan bantuan .

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor dari pretest ke posttest yaitu dari 598 menjadi 810 sehingga total selisihnya adalah 212 angka. Sedangkan nilai yang diperoleh dari uji Wilcoxon dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar  dimana  sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pemahaman diri siswa SMAN 1 Pule Kabupaten Trenggalek sebelum dan sesudah pemberian treatment berupa teknik model simbolik melalui tayangan film.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan kepada konselormenggunakan teknik model simbolik berupa film untuk meningkatkan pemahaman diri siswa kelas X. Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol serta dalam jenjang pendidikan sekolah yang berbeda.