SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PANDUAN PEMILIHAN SEKOLAH LANJUTAN BERBASIS MULTIMEDIA DENGAN METODE FOXFIRE BAGI SISWA SMP LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

IDAR MEIZZA PARAMITA

Abstrak


ABSTRAK

 

Paramita, Idar Meizza. 2012. Pengembangan Panduan Pemilihan Sekolah Lanjutan Berbasis Multimedia dengan Metode Foxfire bagi Siswa SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Drs. H. Widada, M.Si.

 

Kata Kunci: Panduan Pemilihan Sekolah Lanjutan Berbasis Multimedia (PPSLBM), metode foxfire, blog

 

Fenomena yang terjadi akhir-akhir ini, beberapa siswa belum bisa menentukan studi lanjutan yang mereka inginkan. Hal ini karena siswa belum mengetahui secara nyata sekolah-sekolah lanjutan tingkat atas di sekitar mereka. Selain itu, penjelasan tentang sekolah lanjutan, tidak cukup hanya disampaikan secara ekspositori saja. Untuk itu, perlu adanya inovasi dalam menyampaikan materi bimbingan. Metode foxfire merupakan salah satu metode alternatif dalam proses bimbingan. Metode foxfire adalah metode penugasan untuk melakukan pengamatan secara langsung ke sekolah-sekolah lanjutan, lalu hasil pengamatan tersebut disusun dalam bentuk tulisan singkat, dan kemudian diterbitkan ke dalam blog sekolah.

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan panduan tentang pemilihan sekolah lanjutan berbasis multimedia dengan menggunakan metode foxfire bagi siswa SMP Lab. UM yang memenuhi kriteria kegunaan, ketepatan, dan kemenarikan yang kuat. Untuk itu, penelitian ini menggunakan model yang diadaptasi dari strategi pengembangan yang dikemukakan oleh Borg & Gall dengan 10 tahap. Namun, dalam penelitian dan pengembangan ini hanya menggunakan empat tahap yaitu: (1) melakukan prasurvei, (2) mengembangkan produk awal, (3) melakukan uji coba produk, (4) melakukan revisi terhadap produk. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu pengembang dalam melakukan penelitian dan pengembangan.

Hasil analisis uji coba produk diperoleh bahwa dalam penilaian ahli materi terdapat skor negatif, yang mengharuskan adanya revisi. Setelah direvisi, skor menjadi positif. Hal ini dapat diartikan bahwa materi dalam blog telah memenuhi kriteria kegunaan, ketepatan, dan kemenarikan yang kuat. Untuk uji ahli media, calon pengguna produk, dan uji kelompok kecil, mendapatkan skor yang positif dan tidak memerlukan revisi. Dengan kata lain, produk yang dikembangkan ini juga telah memenuhi kriteria kegunaan, ketepatan, dan kemenarikan yang kuat. Dari analisis t-Test menggunakan SPSS, hasil sig. (2-tailed) adalah 0,00. Berarti probabilitas atau signifikansi < 0,05, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test. Hal ini dapat disimpulkan bahwa dari 30 subyek kelompok kecil, semuanya mengalami peningkatan setelah mendapatkan treatment. Adapun kelemahan dalam produk ini yaitu tidak dapat dioperasikan secara offline, bahasa yang digunakan masih kurang interaktif, dan panduan ini belum dapat diujikan dalam kelompok besar.