SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ANTARA SISWA KELAS AKSELERASI DAN SISWA KELAS REGULER DI MAN MALANG 1

Alfiatu Rizki Fauzia

Abstrak


ABSTRAK

 

Fauzia, Alfiatu Rizki. 2009. Perbedaan Tingkat Kecemasan antara Siswa Kelas Akselerasi dan Siswa Kelas Reguler di MAN Malang 1. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Lutfi Fauzan M.Pd. (2) Drs. H. Imam Hambali M.Pd.

 

Kata kunci: kecemasan, akselerasi, reguler.

 

             Kecemasan adalah fenomena biasa yang dialami oleh setiap manusia, sebab individu pernah mengalami cemas ketika berhadapan dengan situasi yang menurut individu membahayakan dan dapat mengancam keberadaan dirinya. Kecemasan dapat dialami oleh siapapun dan di mana pun, termasuk juga oleh para siswa di sekolah. Penyelenggaraan sistem percepatan kelas (akselerasi) bagi siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa merupakan salah satu strategi alternatif yang relevan, namun tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa kelas akselerasi justru membuat siswanya tertekan.

            Tujuan penelitian adalah untuk: (1)  mengetahui tingkat kecemasan siswa kelas akselerasi MAN Malang 1, (2)  mengetahui tingkat kecemasan siswa kelas reguler MAN Malang 1, dan (3) mengetahui perbedaan tingkat kecemasan antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler di MAN Malang 1.

            Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah siswa MAN Malang 1 kelas X, XI, dan kelas XI akselerasi. Teknik pengambilan sampel untuk kelas reguler menggunakan stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan alat ukur angket bentuk terstruktur yang jawabannya telah tersedia dengan rentangan sangat sesuai (SS), sesuai (S), kurang sesuai (KS), dan tidak sesuai (TS). Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase dan Uji-t.

            Dari hasil penelitian di MAN Malang 1 menunjukkan bahwa tingkat kecemasan siswa kelas akselerasi berada pada klasifikasi cukup (28,56%), sedangkan siswa kelas reguler tingkat kecemasannya berada pada klasifikasi rendah (42,86%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat kecemasan antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler.

            Hasil analisis Uji-t diperoleh nilai t-hitung sebesar 0,272 dengan koefisien probabilitas (p) 0,788. Dengan nilai p > 0,05 maka dalam hal ini Ho diterima dan Ha ditolak, yang berarti tidak ada perbedaan tingkat kecemasan antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler di MAN Malang 1.

            Bagi penelitian di masa mendatang diharapkan dapat mendeskripsikan bagaimanakah karakteristik kecemasan dari siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler untuk melengkapi kekurangan dalam penelitian ini dengan melakukan penelitian yang lebih komprehensif, sehingga hasil yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran nyata dalam memahami siswa sebagai peserta didik.