SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA KELAS X SMA NEGERI KUNIR KABUPATEN LUMAJANG

Agung Syahbita

Abstrak


ABSTRAK

 

Syahbita, Agung. K. 2009. Hubungan antara Self Esteem dengan Penyesuaian Sosial Siswa Kelas X SMA Negeri Kunir Kabupaten Lumajang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin  M.Pd. (II) Drs. Djoko Budi Santoso

 

Kata Kunci: Self esteem, penyesuaian sosial, siswa SMA.

 

Manusia itu unik, memiliki karakter yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain, termasuk potensi dan kemampuannya sejak dilahirkan. Sesuai dengan tingkat perkembangannya, siswa SMA berada pada tahap remaja, yang memiliki ciri mencari identitas diri yang berbeda dengan orang lain yang diwujudkan dalam bentuk kepribadian, sikap, dan tingkah lakunya. Penilaian orang lain atas dirinya mengenai perasaan, sikap, dan tingkah lakunya merupakan wujud dari self esteem.Untuk itu remaja harus dapat melakukan penyesuaian sosial dengan baik sesuai dengan tuntutan peran yang dijalani dalam kehidupannya dan harapan lingkungan yang harus dipenuhi. Berdasarkan informasi dari hasil pengamatan dan informasi oleh guru BK, secara umum siswa SMA Negeri Kunir Kabupaten Lumajang mempunyai tingkat self esteem dan penyesuaian sosial yang berbeda-beda, ada yang memiliki self esteem dan penyesuaian sosial yang tinggi dan ada pula siswa yang memiliki tingkat self esteem dan penyesuaian sosial yang rendah

Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) Self esteem siswa kelas X di SMA Negeri Kunir Kabupaten Lumajang. (2) Penyesuaian sosial siswa kelas X di SMA Negeri Kunir Kabupaten Lumajang, dan (3) Hubungan antara self esteem dengan penyesuaian sosial siswa kelas X di SMA Negeri Kunir Kabupaten Lumajang.

Rancangan penelitian  yang digunakan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri Kunir berjumlah 175 orang dan sampel yang diambil 20%. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 orang siswa, teknik yang digunakan  random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan klasifikasi jawaban sangat sesuai,sesuai, tidak sesuai, sangat tidak sesuai. Analisis hasil penelitian menggunakan analisis pereentase dan analisis korelasi product moment.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) banyak (80%) siswa yang memiliki tingkat self esteem yang tinggi, sedikit sekali (20%) siswa yang memiliki tingkat self esteem yang sedang, (2) banyak (62.9%) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang tinggi, sedikit (25.7%) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang sedang, dan sedikit sekali(11.4%) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang rendah. (3) Ada hubungan antara Self Esteem dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA Negeri Kunir Kabupaten Lumajang

Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepala sekolah sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan  secara menyeluruh, khususnya pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan mampu mengkoordinir segenap kegiatan yang diprogramkan  dan menyediakan sarana dan prasarana, tenaga, dan berbagai kemudahan yang merupakan satu kesatuan yang terpadu, harmonis dan dinamis, guru diharapkan mampu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling, membantu guru pembimbing mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan, mengalihtangankan maupun menerima siswa alih tangan dari konselor. Sedangkan konselor mampu menumbuh kembangkan pentingnya self esteem dan penyesuaian sosial dalam diri siswa, karena penting dalam upaya pencapaian prestasi, cita-cita, masa depan, hal ini bisa diberikan melalui bimbingan pribadi dan sosial pada bimbingan dan konseling di sekolah. Dalam hal ini, konselor dapat memberikan layanan orientasi serta layanan bimbingan kelompok maupun layanan konseling kelompok, dengan demikian diharapkan siswa cenderung memiliki self esteem dan penyesuaian sosial yang baik. Bagi peneliti selanjutnya penulis menyarankan untuk menambah sampel dan populasinya, misalnya SMA se-kabupaten Lumajang dan juga menggunakan instrumen yang lain (observasi, wawancara, dan dokumentasi) sebagai alat pengumpul data.