SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PENGUNGKAPAN DIRI (SELF DISCLOSURE) TENTANG PERILAKU SEKSUAL KEPADA TEMAN SEBAYA PADA REMAJA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN

WIDARI ATMA YUNITA

Abstrak


i
ABSTRAK
Yunita, Widari Atma. 2009. Perbedaan Pengungkapan Diri Tentang Perilaku
Seksual Kepada Teman Sebaya Ditinjau Dari Jenis Kelamin. Program Studi
Psikologi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (II)
Fattah Hidayat, S. E, S.Psi, M. Si.
Kata Kunci: jenis kelamin, pengungkapan diri tentang perilaku seksual, teman
sebaya
Perbedaan jenis kelamin memberikan pengaruh perbedaan pengungkapan diri
Masa remaja adalah masa dimana seorang anak terlihat adanya perubahan-perubahan
pada bentuk tubuh yang disertai dengan perubahan struktur dan fungsi fisiologis.
Seiring dengan perkembangan fisik remaja dapat memunculkan perilaku-perilaku
yang berhubungan dengan perkembangan seksual. Sehingga muncul minat seksual
dan keingintahuan remaja tentang seks. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk
mengetahui perbedaan pengungkapan diri tentang perilaku seksual kepada teman
sebaya ditinjau dari jenis kelamin.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan
komparatif, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive
Sampling. Teknik analisis hipotesis yang digunakan adalah teknik Mann Whitney-U
karena data yang diperoleh berdistribusi tidak normal. Jumlah responden berjumlah
65 orang, remaja laki-laki sebanyak 32 orang responden, dan remaja perempuan
sebanyak 33 responden. Dengan menggunakan skala pengungkapan diri tentang
perilaku seksual kepada teman sebaya yang dikembangkan oleh peneliti, yang
disusun berdasarkan dua dimensi yaitu dimensi meluas dan dimensi mendalam
menurut Pearson (1983), Jourard (1979), Devito (1998), Sarwono (2006).
Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan tingkat pengungkapan diri
tentang perilaku seksual kepada teman sebaya remaja laki-laki dengan remaja
perempuan dilihat dari hasil perhitungan (p) sebesar 0,000 < 0,05.
Berdasarkan hasil penelitian disarankan bagi siswa meningkatkan
keterampilan dalam mengungkapkan masalah seksualitas kepada orang tua, guru di
sekolah, agar masalah seksualitas yang dihadapi dapat terselesaikan tanpa
menimbulkan masalah dikemudian hari. Untuk peneliti selanjutnya dengan tema yang
sama, agar membuat alat pengukur data penelitian dengan aitem-aitem pernyataan
yang lebih cermat, serta mempertimbangkan subyek yang akan diteliti apakah sudah
memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Dan untuk pihak sekolah dapat memberikan
layanan psikologi di sekolah dan kurikulum pendidikan reproduksi dan seksual di
sekolah. Hal ini dapat memicu para siswa untuk mendiskusikan masalahan
perkembangan perkembangan seksualitas dengan guru di sekolah, sehingga para
siswa mengetahui informasi yang akurat mengenai tugas perkembangan khususnya
tentang seksualitas remaja.