SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Perilaku Asertif melalui Teknik Homeroom pada Siswa Kelas X-8 SMAN 1 Kademangan Kabupaten Blitar

Romi Mumtahanus Siasi

Abstrak


ABSTRAK

 

Siasi, Mumtahanus Romi. 2011. Peningkatan Perilaku Asertif  melalui Teknik Homeroom pada Siswa Kelas X-8 SMAN 1 Kademangan  Kabupaten Blitar. Pembimbing (I) Dr. M. Ramli, M.A, (II) Nur Hidayah, M.Pd

 

Kata Kunci: Asertivitas, Homeroom.

 

Asertivitas siswa kelas X-8 SMAN I Kademangan rendah. Berbagai macam layanan telah dilakukan untuk meningkatkan asertivitas siswa tetapi belum berhasil. Untuk itu konselor menggunakan teknik homeroom untuk meningkatkan perilaku asertif siswa. Hal itu dilakukan karena beberapa hasil penelitian penerapan teknik tersebut ekfektif untuk meningkatkan perilaku asertif siswa. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku asertif siswa dengan teknik homeroom.

Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Bimbingan (PTB). Penelitian ini  dilaksanakan dalam 2 siklus, yaitu siklus pertama dan siklus kedua. Untuk mendapatkan data, maka digunakan angket asertif siswa dan lembar observasi pelaksanaan homeroom. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X-8 SMAN 1 Kademangan yang berjumlah 31 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan.  Data dianalisis menggunakan teknik diskriptif dan kualitatif.

Sebelum diadakan homeroom siklus I, tingkat asertivitas siswa rendah  dan diperlukan penggunaan teknik homeroom. Dengan diadakan homeroom pada siklus I, tingkat asertivitas siswa meningkat, tetapi tidak signifikan dan adanya beberapa catatan hasil observasi pelaksanaan homeroom, karena itu diadakan homeroom siklus II. Dari hasil homeroom siklus II dapat diamati adanya peningkatan perilaku asertif siswa. Homeroom siklus II ini telah mencapai ketuntasan dan berhasil meningkatkan asertivitas siswa sebagaimana yang diharapkan.. Dari hasil observasi dapat diketahui setiap butir sikap yang tampak dalam pelaksanaan homeroom  telah mencapai 77,%. Peningkatan ini melampaui target sebelum dilaksanakan homeroom yaitu ≥ 75%.

Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah 1) konselor hendaknya lebih mengintensifkan homeroom untuk meningkatkan asertivitas siswa, 2) Konselor lebih aktif dalam menyelesikan masalah pembelajaran khususnya dan permasalahan yang lain pada umunya, sehingga adanya hubungan yang baik yang dapat meningkatkan prestasi siswa, dan 3)peneliti selanjutnya berusaha mengadakan penelitian sejenis dengan pelaksanaan yang lebih intensif dan lebih baik untuk dapat meningkatkan asertivitas siswa