SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Atraksi Interpersonal Guru dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 4 Malang

Ari Finawati

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Finawati, Ari. 2009. Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Atraksi Interpersonal Guru dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 4 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan konseling dan Psikologi, FIP, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd (II) Drs. Harmiyanto

 

 

Kata Kunci : persepsi siswa, atraksi interpersonal guru, motivasi belajar siswa

 

 

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pendapat bahwa motivasi itu dapat dirangsang oleh faktor dari luar meskipun motivasi itu tumbuh di dalam diri seseorang. Motivasi belajar merupakan salah satu di antara faktor penunjang keberhasilan belajar. Guru berperan sangat penting dalam proses pendidikan, maka tugas guru bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa tetapi juga harus berusaha menimbulkan respon mendekat dari siswa sehingga siswa menjadi tertarik dan tidak bosan dalam mengikuti kegiatan belajar dan pembelajaran. Untuk itu seorang guru perlu mengembangkan daya tarik (atraksi interpersonal) untuk meningkatkan motivasi belajar pada diri siswa. Dengan atraksi interpersonal akan timbul komunikasi pembelajaran yang efektif. Komunikasi akan lebih efektif bila para komunikan saling menyukai. Dengan komunikasi yang efektif akan berpengaruh terhadap pemahaman siswa dalam menerima materi pelajaran.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran persepsi siswa tentang atraksi interpersonal guru, (2) mengetahui motivasi belajar siswa kelas X SMAN 4 Malang, (3) mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang atraksi interpersonal guru dengan motivasi belajar siswa kelas X SMAN 4 Malang.

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X SMAN 4 Malang tahun ajaran 2008/2009 yang terdiri dari enam kelas mulai kelas X.1 sampai X.6 yang jumlah total siswanya 251 orang. Teknik yang digunakan dalam penarikan sampel adalah purposive random-sampling. Adapun jumlah sampel dalam penelitian adalah 82 orang. Untuk pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket. Analisis hasil penelitian yang digunakan adalah penyekoran, persentase dan korelasi product moment.

Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa kelas X SMAN 4 Malang menganggap bahwa atraksi interpersonal guru dalam klasifikasi tinggi dan sangat tinggi. Sedikit sekali siswa yang menganggap atraksi interpersonal guru kurang tinggi, dan tidak ada siswa yang beranggapan bahwa atraksi interpersonal guru rendah Untuk motivasi belajar, sebagian besar siswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi dan sangat tinggi. Sedikit sekali siswa yang motivasi belajarnya kurang tinggi, dan tidak ada siswa yang motivasi belajarnya rendah. Berdasarkan hasil analisis product moment, penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang atraksi interpersonal guru dengan motivasi belajar siswa kelas X SMAN 4 Malang, sehingga dapat dikatakan semakin tinggi atraksi interpersoal tinggi maka semakin tinggi pula motivasi belajar siswa.

Dari hasil penelitian tersebut, maka disarankan kepada guru agar dapat meningkatkan atraksi interpersonalnya saat kegiatan belajar dan pembelajaran di sekolah sehingga siswa menjadi tertarik dan tidak bosan dalam menerima materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Atraksi interpersonal guru dapat meningkatkan motivasi belajar pada diri siswa, hal itu karena rasa suka antara guru dan siswa akan membuat komunikasi pembelajaran menjadi efektif sehingga berpengaruh terhadap pemahaman siswa dalam menerima pelajaran. Selain guru, konselor juga diharapkan memiliki atraksi interpersonal yang tinggi sehingga layanan bimbingan yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh siswa. Konselor juga harus menjalin kerjasama dengan staf sekolah yang lain terutama guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dengan memberikan simulus-stimulus yang dapat mendorong siswa belajar lebih giat lagi.