SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KARAKTERISTIK PEKERJAAN DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM KALIMANTAN SELATAN

FITRIYANI .

Abstrak


ABSTRAK

Fitriyani. 2009. Hubungan Antara Persepsi terhadap Karakteristik Pekerjaan dengan Stres Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kalimantan Selatan. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Fattah Hidayat, M.Si.

 

Kata Kunci : Persepsi, Karakteristik Pekerjaan, Stres Kerja

 

Dalam menjalankan tugasnya seorang perawat tidak dapat terlepas dari stres, karena masalah stres tidak dapat dilepaskan dari dunia kerja. Dengan semakin bertambahnya tuntutan dalam pekerjaan maka semakin besar kemungkinan seorang perawat mengalami stres kerja, setiap jenis pekerjaan tidak terlepas dari tekanan-tekanan baik dari dalam maupun dari luar yang dapat menimbulkan stres bagi para pekerjanya. Dalam proses bekerja hasil atau akibatnya perawat dapat mengalami stres, yang dapat berkembang menjadikan perawat sakit fisik dan mental, sehingga tidak dapat bekerja secara optimal. Menurut hasil survei dari PPNI tahun 2006, sekitar 50,9 persen perawat yang bekerja di empat provinsi di Indonesia mengalami stres kerja, sering pusing, lelah, tidak bisa beristirahat karena beban kerja terlalu tinggi dan menyita waktu.

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) persepsi terhadap karakteristik pekerjaan perawat di RSJ Sambang Lihum, (2) stres kerja perawat di RSJ Sambang Lihum, dan (3) hubungan antara persepsi terhadap karakteristik pekerjaan dengan stres kerja perawat di RSJ Sambang Lihum. Desain yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan teknik pengambilan sampel purposive sample. Persepsi terhadap karakteristik pekerjaan diukur dengan skala persepsi terhadap karakteristik pekerjaan sebanyak 40 item dengan validitas item antara 0,314-0,695 dan reliabilitas 0,919. Stres kerja diukur dengan skala stres kerja sebanyak 41 item dengan validitas item antara 0,321-0,705 dan reliabilitas 0,928. Subyek penelitian adalah 60 orang perawat di RSJ Sambang Lihum. Data yang terkumpul dianalisa dengan teknik korelasi Pearson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi terhadap karakteristik pekerjaan perawat di RSJ Sambang Lihum berada pada tingkat netral, (2) stres kerja perawat di RSJ Sambang Lihum berada pada tingkat sedang, dan (3) terdapat korelasi negatif antara persepsi terhadap karakteristik pekerjaan dengan stres kerja perawat di RSJ Sambang Lihum.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan: 1) Perawat hendaknya lebih mengembangkan persepsi yang positif terhadap karakteristik pekerjaannya sehingga dapat mengurangi kemungkinan untuk terjadinya stres kerja, 2) Pihak RSJ dapat mengendalikan kemungkinan terjadinya stres kerja dengan mengetahui faktor-faktor penyebab agar dapat meminimalisir dampak negatif dan dapat mengambil tindakan pencegahan sehingga dapat mengurangi dan menekan faktor-faktor penyebab terjadinya stres kerja pada perawat, 3) Bagi peneliti berikutnya sebaiknya melakukan penelitian secara berkesinambungan tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan persepsi terhadap karakteristik pekerjaan dengan stres kerja perawat di RSJ, menambahkan penggunaan observasi dan wawancara serta menambah populasi dan mengembangkan wilayah penelitian.