SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DENGAN PERILAKU ASERTIF SISWA KELAS X DI SMAN 3 MALANG

FAOLIA HIDAYATI

Abstrak


ABSTRAK

 

Hidayati, Faolia Arina. 2009. Hubungan Antara Self Esteem dengan Perilaku Asertif Siswa Kelas X di SMAN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Drs. Moh. Bisri, M.Si.

 

Kata kunci: Self Esteem, Perilaku Asertif.

 

Self esteem merupakan penilaian seorang individu terhadap dirinya sendiri. Penilaian ini meliputi penilaian positif atau negatif. Individu yang memiliki penilaian yang positif terhadap dirinya atau memiliki tingkat self esteem yang tinggi akan mampu memilih dan memilah perilaku mana yang pantas dan perilaku mana yang tidak pantas dilakukan. Mereka lebih percaya diri dalam menentukan sikap apa yang harus dilakukan. Mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang buruk, karena mereka dapat bersikap tegas dan tidak takut mengungkapkan pendapatnya. Dengan bersikap tegas atau asertif seseorang dapat mengekspresikan pikiran, perasaan, dan hak-hak pribadinya tanpa melanggar hak atau merugikan orang lain.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat self esteem siswa, (2) mengetahui tingkat perilaku asertif siswa, dan (3) mengetahui hubungan antara self esteem dengan perilaku asertif siswa.

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 3 Malang tahun ajaran 2008-2009 yang terdiri dari 8 kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 2 kelas. Penelitian ini menggunakan dua instrumen, yaitu inventori self esteem yang dikembangkan dari teori Coopersmith yang telah diadaptasi oleh Hunty Ilmawati (2008) dan inventori perilaku asertif yang telah dikembangkan oleh Lailina Atiqoh (2008). Analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik persentase dan teknik korelasi product moment.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki self esteem yang sangat tinggi sebanyak 10 siswa atau sebesar 15,6%, yang memiliki self esteem tinggi yaitu sebanyak 54 siswa atau sebesar 84,4%. Pada perilaku asertif, siswa yang memiliki perilaku asertif yang sangat tinggi sebanyak 9 siswa atau sebesar 14,1%, yang memiliki perilaku asertif tinggi sebanyak 53 siswa atau sebesar 52,8%, yang memiliki perilaku asertif sedang sebanyak 2 siswa atau sebesar 3,1%. Hasil analisis korelasional menunjukkan korelasi sebesar 0,94. Hal ini berarti self esteem siswa mempunyai korelasi positif dengan perilaku asertif siswa. Ini berarti semakin tinggi self esteem siswa, maka semakin tinggi pula perilaku asertifnya.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa tingkat self esteem dan perilaku asertif siswa sudah cukup tinggi. Maka disarankan pada konselor untuk mengembangkannya lagi dengan pemberian motivasi melalui bimbingan kelompok yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknik permainan atau pelatihan-pelatihan pemahaman diri. Untuk guru kelas disarankan dapat memotivasi siswa, agar dapat meningkatkan self esteem dan perilaku asertifnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran yang mendukung siswa menjadi individu yang memiliki self esteem dan perilaku asertif yang tinggi. Misalnya dengan memberikan reward pada siswa yang memperoleh nilai terbaik waktu ulangan, dan memberikan kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya dalam proses belajar mengajar.